Viral : Potong Leher Saya Kalau Prabowo Menang di Madura – La Nyalla

TEMPO.CO, Jakarta – Eks Kader Gerindra La Nyalla Mattalitti mengatakan, dirinya akan mati-matian memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di pemilihan presiden 2019 untuk daerah Jawa Timur, khususnya di Madura.

“Potong leher saya, kalau Prabowo bisa menang di Madura,” ujar La Nyalla saat ditemui di kediaman Ma’ruf Amin pada Selasa, 11 Desember 2018.

Pada 2014 lalu, Prabowo Subianto yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa menang telak di Madura, Jawa Timur dengan meraup 79 persen suara, sedangkan pasangan Jokowi-JK hanya meraup 21 persen suara di pulau yang dihuni empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

Menurut La Nyalla, dulu Prabowo menang di Madura karena termakan isu Jokowi simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah disebarkan oleh dirinya sendiri lewat Tabloid Obor Rakyat.

“Orang Madura itu paling sensitif, paling enggak mau dibilang ini bukan agama Islam,” ujar dia.

Obor Rakyat terbit pertama kali pada Mei 2014 dengan judul ‘Capres Boneka’ dengan karikatur Jokowi sedang mencium tangan Megawati Soekarnoputri.

Obor Rakyat menyebut Jokowi sebagai keturunan Tionghoa dan kaki tangan asing. Dalam waktu singkat tabloid ini menghebohkan masyarakat pada masa itu.

Pada 4 Juni 2014, tim pemenangan capres dan cawapres Jokowi-JK melaporkan tabloid itu ke Badan Pengawas Pemilu.

Bawaslu menjadikan tabloid itu sebagai bukti, dan melimpahkannya ke Bareskrim Mabes Polri.

Dalam prosesnya, Tim Tabur atau Tangkap Buron Kejaksaan berhasil menangkap pemimpin redaksi dan penulis tabloid Obor Rakyat Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriyosa.

Adapun La Nyalla sendiri blak-blakan mengaku bahwa dirinya yang menyebarkan Tabloid Obor Rakyat di Jawa Timur.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mengaku telah meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi atas perbuatannya tersebut.

Sumber : tempo.co

Jurnal Abadi

Jurnalis warga yang bergabung secara sukarela tanpa pamrih, dengan tujuan memberikan informasi yang berguna bagi seluruh pembaca berita online tanpa hoax dan ujaran kebencian