By | Maret 11, 2019

Total ada 7.968 calon anggota legislatif di tingkat DPR alias pusat yang akan berlaga pada Pemilu 2019 ini. Mereka memperebutkan 560 kursi yang tersedia

Ada banyak studi soal berapa biaya untuk bisa tembus ke Senayan alias menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI)

Belakangan terdengar sosok-sosok caleg yang berasal dari beragam profesi seperti pekerja sol sepatu, pekerja urut dan pijat, penjual jajanan cakwe, hingga pengemudi ojek online (Ojol).

Saya menghampiri salah satunya. Caleg satu-satunya yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online Suhandi namanya.

Ia biasa “mangkal” di seputaran Grogol, Jakarta Barat. Persis di wilayah tempat pemilihannya di DKI Jakarta III, atau Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sehari – hari ia berkeliling ke seantero Jabodetabek.

Uniknya, ia tidak “berkampanye” kepada penumpang. “Bukan target saya,” kata dia. Lalu kemana ia berkampanye? Hanya kepada sesama pengemudi ojol. Saya tanya mengapa? Rupanya hitungan politiknya, luar biasa!

Begini dia menjelaskan dengan semangat: Seluruh pengemudi ojol di Jakarta berjumlah 300 ribu pengemudi. Jika dibagi rata maka ada sekitar 60 ribu di tiap wilayah DKI Jakarta.

Suhandi butuh 60 ribu suara untuk melenggang ke Senayan. Ada dua daerah pemilihan yang menjadi garapannya.

Sebagai satu-satunya caleg dari ojol, ia memiliki distingsi. Ada potensi untuk menjadi populer.

Soal keberadaan, Suhandi memiliki peluang mewujudkannya saat ia mangkal. Di pangkalan-pangkalan Ojol ia hadir dan mengomunikasinya dirinya. Kedua hal ini bisa dilakukan Suhandi nyaris tanpa uang sama sekali

Memang ini bukan soal hitungan uang. Konon soal keberpihakan pada cita-cita. Meskipun realita tak bisa sepenuhnya dihilangkan.

sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/03/11/07552041/mereka-yang-nekat-menggapai-mimpi-ke-senayan