TERUS MEMBAIK ANGKA KESEMBUHAN PASIEN COVID-19 DI KOTA MEDAN LEBIH TINGGI DARI ANGKA KEMATIAN

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan mengklaim, angka kematian akibat Covid-19 di Kota Medan semakin menurun dari waktu ke waktu.

Angka kematian ini, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan angka kesembuhan yang semakin meningkat.

Berdasarkan data Satuan Gugus (Satgas) Covid-19 Kota Medan per hari Senin (16/11/2020), angka kematian berjumlah 308 kasus atau hanya bertambah 2 kasus dari Senin (9/11/2020) sebelumnya yang berada pada angka 306 kasus, “Kematian ada 308, bertambah 2 dari pekan lalu.

Mudah-mudahan nanti semakin sedikit,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan di Posko Satgas Covid-19 Medan, Jalan Rotan Proyek Petisah, Medan Petisah, Selasa (17/11/2020).

Dirincikan Mardohar, per hari Senin (16/11/2020), jumlah suspek di Kota Medan ada 301 kasus.

Untuk terkonfirmasi positif ada 7.233 kasus, sembuh 5.778 dan pasien yang dirawat ada sebanyak 1.147 orang.

Sedangkan diketahui, pada Senin pekan lalu, kasus konfirmasi positif ada pada angka 7.046 kasus.

Sembuh 5.535, meninggal 306 dan pasien aktif atau yang dirawat ada sebanyak 1.237 kasus.

“Angka kesembuhan lagi-lagi tetap lebih tinggi dari angka penularan.

Sebab bila dibandingkan dengan data Senin lalu, angka penularan bertambah 187 kasus dalam sepekan.

Sedangkan angka kesembuhan bertambah 243,” rincinya.

Ia juga meminta kesadaran dari seluruh warga Kota Medan yang telah terdeteksi tertular Covid-19 agar bersedia di rawat di Rumah Sakit yang telah ditentukan.

Nantinya, pasien dapat segera diisolasi di RS dan ditangani secara baik oleh tim medis yang mengerti cara penanganan dan penyembuhannya.

“Kebanyakan saat ini, pasien yang dinyatakan positif di satu RS malah pergi ke RS yang lain untuk melakukan pemeriksaan yang sama.

Padahal yang dibutuhkan adalah mereka dirawat di RS sampai sembuh, bukan justru bepergian ke RS lainnya.

Ujung-ujungnya begitu hasilnya sama-sama positif, yang bersangkutan malah minta isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat agar dapat berjiwa patriot dengan bersikap sukarela untuk dirawat di RS, sehingga tidak berpotensi untuk menularkan virus kepada orang lain.

Sebab, kata Mardohar, masyarakat yang mau dirawat di RS hanya lah mereka yang sudah mengalami gejala sedang hingga berat.

Padahal, para OTG dan pasien dengan gejala ringan juga sama berpotensi dalam menularkan virus.

“Semakin cepat dirawat, semakin cepat sembuh, maka semakin cepat pandemi ini bisa kita selesaikan.

Sebab untuk vaksin sendiri, sampai saat ini kita belum bisa pastikan vaksin mana yang akan kita gunakan dan kapan akan tersedia” urainya.

Dikatakannya, berdasarkan data yang dihimpun, pasien yang dirawat per Senin (16/11/2020) berkurang pesat dibandingkan Senin lalu yakni sudah berkurang 90 pasien.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Medan itu mengatakan bahwa hal ini tidak membuat persoalan Covid-19 di Kota Medan menjadi selesai.

Masyarakat tetap diminta untuk menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara utuh.

“Kita minta agar prokes semakin ditingkatkan.

Jujur saja, kalau kita tidak jaga prokes dengan baik, (Covid-19) ini bisa meledak kembali.

Maka saya minta, mari kita jaga baik-baik tren positif yang sudah terjadi saat ini sampai kondisi ini benar-benar terselesaikan,” imbaunya.

https://www.covid-19.megazio.com/

You May Also Like

megazio [Harja Group]

About the Author: megazio [Harja Group]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.