Rab. Jul 17th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Terjaring Razia,Terungkap Grup konten Porno Beranggotakan Siswa SMP dan SD

2 min read
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Megazio.com, Medan– Terungkap Grup percakapan Whatsapp (WA) berisikan konten porno yang beranggotakan pelajar di Kota Pariaman terbongkar.

Percakapan Grup WA yang berisi konten porno tersebut berisi foto, video serta percakapan mesum antar anggota.

Terbongkarnya grup WA porno pelajar tersebut setelah ponsel salah seorang siswa terjading razia di sekolahnya.

Pihak sekolah dalam aksi rutinitas meralazia hp itu dilakukan oleh para guru di SMP itu pada Sabtu (23/2/2019),” kata Kepala Satpol PP Damkar Pariaman, Handrizal Fitri.

BACA JUGA :  Suami di Bacok Istri Karenakan Minta Jatah Hubungan Badan

Saat diperiksa, kata dia, ditemukan grup whatsapp pada handphone milik siswa yang berisi konten porno.

Mereka memberi nama Grup tersebut bernama “Grup Pantak”.

Konten porno ada yang dalam bentuk foto, ada pula video. “Pihak sekolah melapor ke kami.

Kami pun memanggil dan memeriksa semua anggota grup tersebut,” ujar Handrizal.

BACA JUGA :  Irfan Seorang Mahasiswa Asal Indonesia Yang Lolos Penembakan di Selandia Baru

Tiga siswi dan lima siswa dipanggil untuk menjalani pemeriksaan petugas.

Dari kedelapan anggota grup, ada salah seorang anggota yang berstatus siswa sekolah dasar (SD). “Yang pelajar SD dimasukkan ke grup oleh kawan-kawannya yang di SMP ini,” jelasnya.

Dalam grup tersebut petugas juga menemukan percakapan yang mengarah ke penyimpangan seksual.

Percakapan antar anggota grup tersebut mengarah ke hubungan sesama jenis. “Saya sudah tanya, kamu (siswa) suka laki-laki atau perempuan? Ternyata suka perempuan. Masih normal dia,” kata Handrizal.

BACA JUGA :  Sampaikan Visi Indonesia, Jokowi Dinilai Tampil Makin Percaya Diri

Para siswa tersebut kemudian diminta untuk membuat surat perjanjian sebelum dipulangkan kepada orangtuanya.

Mereka sudah diperiksa dan diminta membuat surat perjanjian,” tuturnya.

Terkait kasus tersebut, pihak Pol pp berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Komisi Perlindungan Anak dan pihak sekolah serta orangtua pada siswa

Sumber : inimedanbung

error: Content is protected !!