Team Pengamanan PTPN III KANAS Gagalkan Pencurian Produksi

Aek Nabara– Kamis 16 Juli 2020 sekitar Pukul.18.20 WIb, Team Keamanan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Kebun Aek Nabara Selatan, berhasil mengamankan pencurian produksi kelapa sawit, dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) Afdeling VI, Tanaman Menghasilkan (TM)Tahun 2006, Blok R.27, sebut Hendri Halim,SP, Manager PTPN III,KANAS melalui Muhammad Fajrin,SH, selaku Humas, kepada Wartawan Megazio.com Online di Kantornya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, 110 Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, atau seberat kurang lebih 1.900 Kg, dengan taksiran kerugian Rp 2.850.000, Satu unit Mobil Truk Mitsubishi Colt Diesel,No.Pol.BK.8076.YH, Dua
buah Tojok, dan satu buah telepon selular merek Vivo.

Sementara terduga sebagai pelaku yang berhasil diamankan sebanyak 4 orang, masing-masing berinisial, Fransisco Tampubolon, 36 Thn, Pekerjaan Karyawan PTPN III KANAS, Pujiono, 42 Tahun, Pekerjaan Karyawan PTPN III KANAS,
Ari Syah Putra,25 Thn , pekerjaan Sopir, Alamat Dusun Menanti Desa Meranti Kec Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu dan Dicky Purnomo, 29 Thn, Alamat Desa,S.4.Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu.

Terduga sebagai pelaku beserta barang bukti sudah diserahkan ke Polsek Bilah Hulu,Aek Nabara untuk proses hukum lebih lanjut” Jelas Humas yang akrab disebut namanya Fajrin.

Lebih lanjut Fajrin menjelaskan” Mengingat terduga sebagai pelaku ada 2 orang Karyawan, maka kasus ini akan kita mintakan kepada Penyidik proses hukumnya dipisahkan, kepada 2 Karyawan tesebut akan kita mohonkan diterapkan pasal 374 KUH Pidana ” Penggelapan dalam Jabatan” atau Kejahatan tindak Pidana karena ada hubungan kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Sedangkan kepada dua orang lagi kita mohonkan kepada Penyidik diterapkan pasal 363 ayat (4) KUH Pidana, Pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu” dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun” kalau memang menurut Penyidik terpenuhi unsur hukumnya, tujuannya agar ada efek jera ” jelas Fajrin.

Masih menurut Fajrin” Menurut kami, Kasus ini tidak bisa dikategorikan sebagai Tindak Pidana Ringan ( TIPIRING), dengan merujuk kepada Peraturan Mahkamah Agung ( PERMA) No.02/2012 tentang Penyelesaian Batasan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Jumlah Denda dalam KUHPidana, sebab nilai kerugian berdasarkan perhitungan kami diatas 2,5 Juta Rupiah, namun untuk kepastian hukumnya apakah TIPIRING atau Tidak, kami serahkan kepada Penyidik yang menangani perkara”Tutup Fajrin mengakhiri Komunikasi”..

Penulis Anto Bangun.

You May Also Like

megazio [Harja Group]

About the Author: megazio [Harja Group]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.