Kam. Okt 24th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Tak Banyak Diketahui Orang, Ikuti Cara Ini Salah satu Kunci Lulus Tes CPNS

  •  
  •  
  •  
  •  

Walau sudah banyak jenis pekerjaan menarik yang ada di Indonesia, profesi sebagai PNS masih menjadi pekerjaan impian bagi banyak orang Indonesia.

BACA JUGA :

Tak ayal, setiap kali pemerintah membuka lowongan baru penerimaan CPNS, banyak orang yang berlomba-lomba untuk mengikuti tesnya walaupun kemungkinan untuk diterima sangatlah kecil.

Contohnya pada tahun 2018 ini, terdapat 215.000 kursi kosong yang ditinggalkan PNS yang pensiun.

“Tahun ini kebutuhan CPNS nasional adalah 238.015 yang terdiri dari 51.271 untuk instansi pusat dan 186.744 untuk instansi daerah,” kata Deputi SMD Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja.

Walaupun belum memastikan tanggal berapa tes CPNS akan dilakukan, banyak orang yang sudah berbondong-bondong mendaftarkan diri mereka pada situs sscnakun.bkn.go.id.

Supaya lolos dan bisa menjadi PNS yang sesungguhnya, ada dua hal yang bisa dilakukan. Itu diantaranya:

Membaca Buku-Buku CAT

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Hari Wibisana, ada rahasia khusus agar bisa lulus tes CPNS, yakni melakukan simulasi Computer Assisted Test (CAT) di portal BKN.

Simulasi ini dilakukan sebab CPNS haruslah lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem CAT.

Tes ini terdiri dari 3 bagian, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelejensi Umum, dan Tes Karakteristik Pribadi.

Untuk Tes Wawasan Kebangsaan, menurut Bima, peserta CPNS harus mempelajari terlebih dahulu sejarah bangsa Indonesia atau yang disebut Tes Wawasan Kebangsaan.

“Jadi tes wawasan kebangsaan ini memang harus belajar. Belajar mengenai sejarah Indonesia, rasa kebangsaan Indonesia, dan Pancasila,” ujar Bima.

Menurut Bima Tes Wawasan Kebangsaan menjadi hal penting bagi seleksi PNS sebab sebagai abdi negara harus dan perlu tahu tentang sejarah Indonesia.
Gunakan Strategi Khusus

Menurut Mentor Kelas CPNS di Lembaga Bimbingan Belajar 4JO, menjawab soal CPNS perlu strategis khusus sebab kamu berpacu dengan waktu sebab dalam waktu 90 menit harus bisa menjawab 100 soal.

“Belum lagi kita berpacu ke passing grade tiap jenis soal,” ujar Andri

Pertama, menjawab soal yang paling mudah. jangan terpaku pada soal susah yang menghabiskan waktu.

Kedua, selesaikan terlebih dahulu Tes Kepribadian (TKP), tes ini terbilng mudah sebab menggunakan nalar dan perbandingan untuk menjawab.

Melalui TKP akan dapat dinilai sisi kreatifitas dan inovasi, orientasi pelayanan, kemampuan beradaptasi, mengendalikan diri, serta bekerja tuntas dan mandiri.

TKP juga menggambarkan kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerjasama dengan kelompok serta menggerakan dan mengkoordinir orang lain.

Setiap jawaban TKP punya nilai skor dari 1-5, yang berarti apapun jawabannya tetap memiliki nilai yang berbeda dengan TWK dan TIU yang benar bernilai 5 dan salah bernilai 0.

Soal TKP sendiri ada dari nomor 66-100 yakni sebanyak 35 soal dengan passing grade 143. Pastikanlah kamu bisa menjawab soal TKP secara benar sebanyak 25 soal.

Kemudian Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Tes ini berjumlah 35 soal dan setiap jawaban mendapat tambahan skor 5 dan salah mendapat skor 0 tapi tidak mengurangi nilai.

Dalam Tes ini disarankan jangan mengosongkan jawaban jika benar-benar tidak bisa menjawab sebab siapa tahu jawabanmu benar.

Pastikan kamu menjawab 16 soal TWK secara benar sebab kamu berhasil mengumpulkan 80 poin dan lulus karena passing grade TWK adalah 75.

Tes ini bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

NKRI mencakup sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa dan peran bangsa Indonesia dalam tataran regional dan global. Kemampuan berbahasa Indonesia juga ikut menjadi penilaian dalam tes TKW ini.

Terakhir Tes Intelegensia Umum (TIU). Berjumlah soal 30, tes ini memiliki passing grade 80 poin. Jika menjawab benar mendapatkan skor 5 dan salah mendapatkan skor 0.

Hal yang pertama dinilai adalah kemampuan verbal dan kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan.

Selain itu, akan dilakukan tes mengetahui kemampuan numerik peserta dalam melihat operasional dan hubungan di antara angka-angka.

Kemudian dinilai juga kemampuan figural yakni kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram. Serta kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, juga kemampuan mengurai suatu masalah.

Kerjakanlah soal lebih mudah terlebih dahulu, seperti Bahasa Indonesia, Sinonim, Padanan Kata dan Antonim karena tak menyita waktu.

 

Sumber : Tribunnews.com