Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan 2020 - Megazio

Home / Bloger

Rabu, 8 April 2020 - 08:49 WIB

Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan 2020

Jika niat puasa ramadhan tidak kita ucapkan, percumalah puasa yang kita jalani selama sehari penuh, ada sebuah hadis yang menyebutkan “barang siapa yang merindukan akan datangnya bulan suci Ramadhan maka jasadnya akan di haramkan untuk disentuh api neraka

Terdapat satu hadis yang sangat terkenal dan banyak dikutip para khatib ketika kultum awal-awal ramadhan. Hadis itu menyatakan,

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

”Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Yang paling penting lagi, niat merupakan satu dari dua rukun puasa ramadhan yang jika ditinggalkan bisa membatalkan puasa.

Setelah berpuasa selama 30 hari atau satu bulan lamanya kita akan di akhiri dengan hari raya, dimana di hari raya alah sebuah dimana moment bahagia kita saling bermaaf-maafkan antara keluaga, kerabat, tenagga lainnya.

Hari raya adalah ahi yang ditungu-tunggu banyak umat muslim di dunia, karena sebuah hari dimana kita dapat berkumpul dengan sanak saudara kita.

Adapun Rukun Puasa adalah ketentuan yang harus dipenuhi dalam melakukan suatu pekerjaan/ibadah, bila tidak terpenuhi maka ibadah/pekerjaan tersebut tidak sah.

#Apa itu Puasa Ramadhan?

Puasa ramadhan adalah puasa wajib dan merupakan Rukun Islam yang keempat dan harus di kerjakan bagi umat muslim yang baligh Secara khusus, perintah wajibnya puasa ramadhan ini termaktub dalam firman Allah SWT Q.S.Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

#Syarat Wajib Puasa

  1. Muslim/muslimah, Karena puasa ramadhan adalah ibadah yang menjadi keharusan atau Rukun Islam.
  2. Akil baligh
  3. Berakal atau tidak gila
  4. Kuat menjalankan ibadah puasa ramadhan
  5. Mengetahui awal bulan Ramadhan

#Rukun Puasa Ramadhan

  1. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Termasuk tidak makan dan tidak minum dengan sengaja, tidak muntah dengan disengaja, tidak haid atau nifas, juga tidak melakukan hubungan suami-istri di siang bulan Ramadhan.
  2. Niat. Nah, sampailah kita pada pembasahan soal niat puasa ramadhan. Karena ia merupakan rukun puasa alias segala sesuatu yang wajib dilakukan saat berpuasa, niat wajib hukumnya.
    “Saya berniat melakukan puasa fardlu di bulan Ramadhan karena Allah SWT.”
    Berikut beberapa sabda Nabi Muhammad SAW tentang wajibnya berniat selama puasa Ramadhan.
    “Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu hajar, maka dia tidak berpuasa.” (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidz: 662, dan al-Nasa’i:2293).
Baca juga :  Daftar Makanan Enak di Medan, Nyesel kalau Gak Mampir ke Sini!

#Membatalkan Puasa Dengan Sengaja

Diantara hal-hal yang membatalkan puasa adalah makan dan minum disengaja, masuknya suatu benda dengan sengaja ke dalam perut dan kepala, dan pengobatan ke salah satu dua jalan (kemaluan depan belakang), muntah dengan sengaja, hubungan intim secara sengaja, keluar mani (sperma) sebab persentuhan, haid, nifas, gila, dan murtad.

Allah swt Berfirman :

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.

Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah : 187)

Share :

Baca Juga

Berita Daerah

Persyaratan Internet Banking: Cara Mendaftar Internet Banking di Kantor Cabang BRI

Bloger

Chord: Kuci Gitar & Lirik Lagu Aisyah Istri Rasulullah Sabyan

Bloger

Apa itu shared hosting?Cek kelebihan dan kekurangan shared hosting

Bloger

Download Vlogger go Viral MOD Apk, Aplikasi para Youtubers

Bloger

Downmload Lagu Aisyah Istri Rasulullah Sabyan Dilengkapi Chord Kunci Gitar

Bloger

Gelombang Ombak Air Laut, Proses Terbentuknya Gelombang Laut

Bloger

Usaha Anak Kuliahan, Bisnis apa yang cocok untuk mahasiswa?

Bloger

Google Update: Google Freshness Algorithm 2020