By | Maret 11, 2019

Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) merilis hasil survei terkait dukungan calon presiden dan integritas penyelenggara Pemilu evaluasi publik nasional.

Selain mensurvei keyakinan publik terhadap penyelenggara Pemilu baik Pemilu dan Bawaslu, SMRC juga merilis hasil survei terkait sikap partisan pilihan presiden dan wapres.

Hasilnya, pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf unggul 54,9 persen dari pasangan Prabowo-Sandi yang hanya mendapatkan suara 32,1 persen.

“Pertanyaannya seandainya pemilihan presiden dilaksanakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu atau Bapak pilih di antara dua pasangan calon presiden dan wakil presiden berikut. Hasilnya 54,9 persen memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf dan 32,1 persen memilih pasangan Prabowo.

Sementara 13 persen menjawab tidak tahu atau rahasia,” kata Direktur SMRC, Denny Irfan, saat rilis hasil survei di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).

Denny mengatakan survei ini dilaksanakan akhiri Januari lalu. Selisih kedua pasangan ini sekitar 23 persen.

Dia menambahkan, jika undecided voter pada akhirnya memilih Prabowo-Sandi, Jokowi-Ma’ruf dinyatakan tetap unggul.

“Bila 13 persen undecided semuanya ke Prabowo maka Jokowi- Ma’ruf Amin masih unggul sekitar 10 persen. Angka ini lebih besar dari selisih Pilpres 2015 yang sekitar 6 persen,” jelasnya.

“Sekitar 87 persen calon pemilih sudah bersikap akan memilih pasangan mana,” sambungnya.

Denny mengatakan sikap partisan dalam demokrasi dianggap normal. Selain itu, SMRC juga mensurvei sikap partisan dalam menilai integritas dan kompetensi penyelenggara Pemilu.

Partisan pendukung Jokowi-Ma’ruf sekitar 90 persen lebih yakin KPU bisa menyelenggarakan Pilpres atau 14,7 persen menyatakan sangat yakin dan 75,9 persen cukup yakin.

Sedangkan yang menyatakan kurang yakin sebanyak 4,1 persen, tidak yakin sama sekali nol persen dan 5,4 persen tidak tahu atau tidak jawab.

Sementara itu partisan pendukung Prabowo-Sandi mengatakan yakin KPU bisa menyelenggarakan Pilpres sekitar 65 persen lebih (10,4 persen sangat yakin dan 55,3 persen cukup yakin).

Sementara yang kurang yakin sebanyak 20,2 persen, tidak yakin sama sekali 3,1 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 11 persen.

yang kurang yakin sebanyak 20,2 persen, tidak yakin sama sekali 3,1 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 11 persen.

Survei ini dilaksanakan SMRC pada 24-31 Januari lalu. Respondennya ialah WNI yang telah memiliki hak pilih pada Pemilu 2019. Responden dipilih secara random sebanyak 1620 orang.

Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1426 atau 88 persen. Kemudian 1426 responden ini yang dianalisis. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut kurang lebih 2,65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.