Sen. Des 9th, 2019

Megazio

Berita Terupdate Nasional dan Hiburan

Siapa Dalang dibalik Tragedi 22 Mei, Polisi Akan Cari Penyandang Pendana

Polisi memburu pihak yang mendanai massa yang ricuh di sejumlah titik di Bawaslu RI. Dalam sejumlah penangkapan, Kepolisian Daerah Metro Jaya menyita uang jutaan rupiah dan pecahan dolar. "Polisi serius mencari pemberi uang kepada massa yang ricuh ini," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Rabu 22 Mei 2019.
  •  
  •  
  •  
  •  

Polisi memburu pihak yang mendanai massa yang ricuh di sejumlah titik di Bawaslu RI, di dalam sejumlah penangkapan, Kepolisian Daerah Metro Jaya menyita uang jutaan rupiah dan pecahan dolar.

Baca Juga

“Polisi serius mencari pemberi uang kepada massa yang ricuh ini,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Rabu 22 Mei 2019.

Donny menyebutkan, masyarakat harus waspada terhadap upaya pemecahbelahan masyarakat dengan isu-isu tertentu. Warga juga diminta untuk menyaring semua informasi sebelum menyebarkannya kembali melalui aplikasi pesan atau media sosial.

Situasi mencekam di ruas Jalan Pahlawan, Jalan Tanjungpura, serta kawasan Pontianak Timur berlangsung sejak Rabu, subuh 22 Mei 2019. Sejumlah warga turun ke jalan, dan melakukan blokade di jalan-jalan tersebut.

Massa melempari pos polisi dengan batu, melakukan pembakaran pos tersebut, dan membuat barikade api sepanjang Jalan Tanjung Raya hingga jalur masuk Jembatan Kapuas I.

“Korban luka-luka tidak hanya massa yang melakukan unjuk rasa, tetapi juga aparat TNI-Polri,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, AKBP Donny Charles Go, kepada Tempo.

Dari 38 orang yang ditangkap, polisi masih melakukan pendalaman pemeriksaan untuk mengetahui motif pembakaran dua pos polisi.

Sebelumnya beredar isu di lapangan bahwa pengrusakan dua pos polisi tersebut lantaran sebuah organisasi masyarakat terpicu kabar korban meninggal di Jakarta.

“Walau ada arah ke (motif) itu, tapi motifnya akan kita ketahui setelah pendalaman pemeriksaan keterangan selesai,” katanya.

Ia menambahkan, semua pihak harus menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat serta menjunjung tinggi kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia.

“Kita harapkan semua bisa mematuhi aturan yang berlaku dan tidak terpancing dengan isu di media sosial,” kata Didi Haryono.

Pemilu telah selesai, kata Didi, KPU Pusat juga sudah mengumumkan hasilnya. “Saatnya kita semua kembali menjalankan aktivitas seperti biasa dan selalu menjaga silahturahmi yang sempat renggang karena beda pilihan dalam pemilu,” ujarnya.

Sumber : tempo.co

Hits: 10