Jum. Jul 19th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Seorang Ayah Curhat Anaknya Dihukum Guru, Betis Hampir Sobek “kejadian ini ke polisi dan membiarkan kasusnya ditangani secara hukum”

2 min read
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ria bagikan curhatan tentang anaknya yang dihukum di sekolah, jadi viral.

Kisah tersebut viral usai dibagikan melalui akun Facebook pada Selasa (22/5/2018).

Awalnya, Khairil Sharwane mengaku bingung bagaimana harus menceritakan peristiwa tersebut.

Kejadian berawal pada hari Selasa pukul 1.30 siang saat putra Khairil pulang dari sekolah.

Putra Khairil mengatakan bahwa dia dihukum dengan cara dipukul oleh gurunya.

Dia juga mengatakan karena hal tersebut ia tak bisa menjalankan puasa.

“Papa, aku (Isaac) tidak bisa puasa karena dihukum guruku.

BACA JUGA :  Pemprov Sumut Jalin Kerja Sama dengan UNHAN Untuk Tingkatkan Profesionalitas ASN

Guruku memintaku mengatakan ini padamu atau jika tidak aku akan dihukum lagi besok,” ucap sang putra pada saat itu.

Akhirnya, pria tersebut tahu bahwa anaknya dihukum karena nakal.

Tapi, dirinya belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.

“Putraku kemudian menunjukkan luka-luka di kakinya, yang sudah diolesi minyak Gamat.”

Setiap sekolah punya peraturan masing-masing yang harus dipatuhi siswa.

Jika peraturan dilanggar, maka ada sanksi yang akan diberikan.

Mulai dari teguran, skorsing dan bahkan ada pula hukuman fisik.

BACA JUGA :  Gubernur Berharap Teknologi Jarwo Diterapkan di Seluruh Sumut

Belakangan, seorang pria yang ditengarai berasal dari Malaysia membagikan kisah yang dialami putranya yang dihukum oleh gurunya.

Meski Khairil paham cara guru mendisiplinkan muridnya, dia tetap menganggap hukuman yang diterima anaknya terlalu berat.

Apalagi hukuman tersebut sampai menimbulkan luka.
Melalui unggahannya, Khairil mengungkapkan kekecewannya pada sekolah yang dinilai tak bertanggungjawab.

Tapi, mengingat usia putranya yang masih 7 tahun, ia merasa sang guru bertindak terlalu kasar.

“Saudaraku, apa kalian membiatkan kekejaman ini terjadi pada anak-anakmu?” tulisnya.

BACA JUGA :  Gubernur: SDM Pariwisata Sangat Dibutuhkan di Sumut, Gubsu Hadiri Wisuda Politeknik Pariwisata Medan,

Kekecewaan Khairil tak sampai di situ saja.

Menurutn

ya, sekolah tidak bisa bekerja sama sama sekali.

Saat dirinya menelepon, mereka memberi banyak alasan untuk menghindari perdebatan.

“Putraku masih 7 tahun, bukan 17.”

Akhirnya, Khairil pun melaporkan kejadian ini ke polisi dan membiarkan kasusnya ditangani secara hukum.

Hasil tes medis pun sudah diterimanya.

“Hati

 

ku hancur dan air mata mengalir di pipiku saat melihat betis putraku hampir sobek karena dipukul oleh guru.”

Khairil sadar bahwa anaknya mungkin memang nakal.

sumber : tribun

Tinggalkan Balasan