Sen. Sep 16th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Peserta Seleksi CPNS, Menangis Tak Lolos hingga Melahirkan Usai Ikuti Tes

  •  
  •  
  •  
  •  

Kisah unik terjadi saat pelaksanaan tes CPNS di sejumlah daerah. Salah satunya Yunita Chairani, peserta asal Medan, yang melahirkan usai mengikuti tes.

Selain itu, panitia menemukan jimat yang dibawa peserta saat mengikuti tes CPNS. Sesuai peraturan, panitia pun terpaksa menyita jimat tersebut.

Berikut ini sejumlah peristiwa unik selama penyelenggaraan tes CPNS di sejumlah daerah.

1. Melahirkan usai mengikuti tes CPNS

Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/10/2018). Sebanyak 3.425 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2018 yang ujiannya dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.

Usai mengerjakan tes CPNS, Yunita Chairani segera menjalani pemeriksaan oleh tim medis. Pasalnya, Yunita tengah hamil tua dan sedang menunggu kelahiran bayinya.

Setelah diperiksa, Yunita dilarikan ke rumah sakit Zainab Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim medis panitia seleksi, tim medis merujuk agar peserta tersebut segera dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata Ridwan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/11/2018).

Tak berselang lama, panitia mendapat kabar Yunita telah melahirkan secara normal. Baik Yunita dan bayinya yang lahir dengan berat 3 kilogram, dalam kondisi sehat.

Seperti diketahu, Yunita adalah warga Medan yang mengikuti tes CPNS di Riau dengan mengambil formasi guru matematika.

2. Kontraksi saat tes SKD berlangsung

Seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Jombang Tahun 2018, digelar di Simpang Lima Gumul (SLG) Convention Hall Kediri 1-3 Nopember 2018. (Dokumentasi Dinas Kominfo Kabupaten Jombang)

Selain Yunita, salah satu peserta tes CPNS di Indramayu bernama Cahyani Susilo Utami mengalami kontraksi saat tes berlangsung.

Berdasar informasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebelum kontraksi terjadi, Cahyani sempat mengerjakan tes selama 60 menit, Sabtu (10/11/2018) di Cirebon.

Tim medis segera merawat Cahyani meski waktu tes tersisa 30 menit. Namun demikian, Cahyani berhasil memenuhi nilai ambang batas (passing grade) yang telah ditentukan pemerintah.

3. Sepasang pengantin tinggalkan resepsi untuk ikuti tes

Stephanie salah satu peserta datang ke lokasi seleksi di gedung bersama kantor Pemkot Batam, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengenakan baju pengantin, Sabtu (10/11/2018) pagi kemarin.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menyampaikan, dari data yang masuk ke BKN hingga hari ini, Senin (5/11/2018), tercatat ada dua peserta yang rela meninggalkan sejenak resepsi pernikahannya demi mengikuti pelaksanaan SKD di Riau.

Ridwan mengatakan, kedua peserta tersebut tidak mengikuti proses resepsi usai melakukan ijab.

Kedua pasangan pengantin tersebut meninggalkan sejenak para tamu di tempat resepsi untuk mengikuti tes SKD.

“Iya (setelah ijab) langsung kabur ke SKD,” kata Ridwan saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (5/11/2018).

Dari hasil penelusuran Kompas.com, si pengantin pria bernama Izan Akramuzi. Izan diketahui mengikuti tes di UPT Penkom BKD Provinsi Riau pada hari Sabtu (3/11/2018).

Sementara itu, nama pengantin wanita masih belum terlacak. Namun, berdasar informasi dari akun Twitter @BKNgoid, seorang perempuan yang menjadi peserta tes CPNS di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, terlihat bekas make up dan hiasan di kedua tangannya.

4. Jimat milik peserta tes CPNS disita petugas

Anggota Satpol PP menemukan jimat milik peserta tes cpns Kabupaten Madiun berupa rambut yang dibungkus dalam kertas.

Petugas kembali menyita benda yang diduga jimat milik peserta tes CPNS di sejumlah daerah.

Jimat yang pertama ditemukan adalah milik salah satu peserta di tempat tes di Hotel Labersa, Pekanbaru.

Jimat tersebut ditulis pada kertas putih bergaris menggunakan tinta hitam.

Hal ini diinformasikan oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN) selaku bagian dari panitia seleksi nasional CPNS 2018 melalui akun resmi Twitter-nya, @BKNgoid, Rabu (7/11/2018).

Sementara itu, pada hari Minggu (4/11/2018), petugas di Jember juga menyita sebuah jimat milik peserta.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan, membenarkan penyitaan tersebut. Menurut dia, peserta yang membawa jimat di Madiun tersebut mempunyai alasan khusus, seperti dapat mengerjakan soal dengan lancar.

Believe in yourself, be yourself, focus, no distraction,” kata Ridwan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/11/2018).

5. Hanya 175 dari 5.700 peserta tes CPNS di Wonogiri yang lolos

Di hari terakhir pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Buton Selatan hanya meloloskan 42 orang peserta. Padahal yang mendaftar CPNS di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, sebanyak 4.416 orang.

Hasil tes CPNS 2018 untuk Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, cukup mengejutkan. Dari 5.700 peserta yang dinyatakan lolos administrasi, hanya sebanyak 175 orang yang dinyatakan memenuhi nilai ambang batas tes SKD.

“Jumlah yang lolos seleksi administrasi 5.700, jumlah yang ikut seleksi SKD 5.533. Jumlah yang lolos passing grade 175,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri Lakso Haryoto kepada Kompas.com, Selasa (13/11/2018).

Padahal, dalam rekrutmen CPNS tahun ini, BKD Wonogiri membuka 430 formasi yang terdiri dari 251 formasi tenaga guru, 147 formasi tenaga kesehatan, 12 formasi tenaga teknis, dan 20 formasi eks tenaga honorer kategori II (tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan).

6. Kurang dua poin, Rosyidi menangis

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin (kiri) dalam konferensi pers di Restoran Pandor, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Rosyidi, hanya bisa menangis meraung-raung ketika mengetahui skornya hanya selisih dua poin dari standar lolos tes CPNS, Kamis (8/11/2018).

Usai keluar dari Grand Imperial Ballroom di Mataram, Kamis (8/11/2018), peserta tes asal NTB itu mencurahkan isi hatinya.

“Saya hanya kurang dinilai tes karakteristik pribadi dengan nilai 141, sementara passing grade-nya 143. Sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75, saya mendapat nilai 120 dan tes intelegensi umum (TIU) berhasil dapat 105 dari target nilai tertinggi 80,” katanya.

Rosyidi diketahui melamar untuk formasi perawat terampil.

 

Sumber : kompas.com