Perbedaan Asuransi Konvensional dengan Asuransi Syariah | Defenisi Asuransi - Megazio

Home / Kesehatan

Sabtu, 7 Maret 2020 - 14:31 WIB

Perbedaan Asuransi Konvensional dengan Asuransi Syariah | Defenisi Asuransi

Berdasarkan definisinya, asuransi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungaan atau ganti rugi secara finansial untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain-lain akan mendapatkan ganti rugi dari berbagai kejadian yang tak terduga yang dapat terjadi seperti kematian, kerusakan, kehilangan, atau sakit serta melibatkan permbayaran premi secara berkala dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti rugi polis yang menjamin jenis-jenis perlindungan tersebut. Dalam undang-undang

Asuransi berperan dalam menanggung risiko jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sebagai pemegang asuransi, biaya perawatan orang tersebut tentu saja ditanggung perusahaan asuransi sesuai kesepakatan.

Atau pemegang asuransi tersebut mengklaim premi yang selama ini dibayarkan ke perusahaan asuransi.

Berikut adalah beberapa perbedaan asuransi konvensional dan syariah:

  • Asuransi syariah didasarkan pada azas kerjasama dan tolong menolong, dimana pihak penanggung akan sama-sama mengumpulkan dana hibah (tabarru) untuk saling membantu pesearta asuransi lain yang membutuhkan (sharing of risk). Sedangkan di dalam asuransi konvensional berlaku sistem transfer of risk, di mana resiko akan dipindahkan/dibebankan oleh tertanggung (peserta asuransi) kepada pihak perusahaan asuransi yang bertindak sebagi penanggung di dalam perjanjian asuransi.
  • Pengelolaan dana yang dilakukan di dalam asuransi syariah bersifat transparan dan akan dipergunakan sebanyak-banyaknya untuk mendatangkan keuntungan bagi para pemegang polis asuransi itu sendiri. Sedangkan pada asuransi konvensional, perusahaan asuransi akan menentukan jumlah besaran premi dan berbagai biaya lainnya yang ditujukan untuk menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan itu sendiri.
  • Pada asuransi syariah hanya digunakan akad hibah (tabarru) yang didasarkan pada sistem syariah dan dipastikan halal. Sedangkan di dalam asuransi konvensional akad yang dilakukan cenderung bersifat jual beli
  • Di dalam asuransi syariah, dana asuransi adalah milik bersama (semua peserta asuransi), di mana perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana saja. Sedangkan dalam asuransi konvensional premi yang dibayarkan menjadi milik perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi memiliki kewenangan penuh untuk mengelola dan mengalokasikan dana asuransi tesebut
  • Dalam asuransi syariah, segala keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan terkaut dengan dana asuransi akan dibagikan kepada seluruh peserta. Sedangkan untuk asuransi konvensional, seluruh keuntungan akan menjadi hak perusahaan asuransi
  • Perusahaan asuransi syariah memiliki kewajiban agar para pesertanya membayar zakat yang jumlahnya akan disesuaikan dengan besarnya keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Tentu saja Hal ini tidak berlaku di dalam asuransi konvensional
  • Di dalam asuransi syariah, pengawasan dilakukan secara ketat dan dilaksanakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan diberi tugas untuk mengawasi segala bentuk pelaksanaan prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau hukum yang mengaturnya. Dimana pada setiap lembaga keuangan syariah, wajib ada Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertugas sebagai pengawas. Sedangkan dalam asuransi konvensional asal dari objek yang diasuransikan tidaklah menjadi sebuah masalah, karena yang dilihat oleh perusahaan adalah nilai dan premi yang akan ditetapkan dalam perjanjian asuransi tersebut
  • Di dalam beberapa jenis asuransi yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi konvensional, ada sebuah istilah yang disebut dengan “dana hangus” yang mana hal ini terjadi pada asuransi yang tidak diklaim (misalnya asuransi jiwa yang pemegang polisnya tidak meninggal dunia hingga masa pertanggungan berakhir). Namun hal ini tentu saja tidak berlaku di dalam asuransi syariah, karena dana tetap bisa diambil meskipun ada sebagian kecil yang diikhlaskan sebagai dana tabarru.

Share :

Baca Juga

Bloger

Daftar Makanan Sumber Vitamin E dari Tumbuhan dan Hewan

Kesehatan

Cara Mendaftar Cara Mengajukan Asuransi Terpercaya | Syarat Daftar Asuransi

Kesehatan

Persentasi Kesembuhan Virus Corona Sertiap Negara (COVID- 19)

Kesehatan

Manfaat Asuransi & Jenis Asuransi Yang Tersedia di Indonesia

Berita Daerah

DPRD Kabupaten Blora Marah Tolak Cek Kesehatan Setelah Pulang Kunker

Kesehatan

Gusi Bengkak dan Cara Mengobatinya dengan Antibiotik untuk Gusi Bengkak

Berita Daerah

PSMS MEDAN BERHASIL KALAHKAN TIGA NAGA BERMAIN DENGAN SEPULUH PEMAIN

Berita Daerah

Ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara Positif Virus Corona, ini Riwayat Perjalanannya