Sel. Sep 17th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Pelamar CPNS 2018 yang Wajib Unggah Ulang Dokumen ke sscn.bkn.go.id

  •  
  •  
  •  
  •  

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 resmi berakhir, Senin (15/10/2018) melalui akses sscn.bkn.go.id.

Hingga Senin (15/10/2018), jumlah total pelamar pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id mencapai 4.410.228 orang dan pelamar selesai daftar 3.470.567 orang.

Ternyata didapati masih ada pelamar CPNS 2018 yang belum selesai mendaftar di sscn.bkn..go.id.

Sebelumnya, sscn.bkn.go.id merilis beberapa nama calon peserta yang dokumen pengunggahannya mengalami file corrupt

Beberapa nama itu dikhususkan untuk pelamar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Untuk itu, melalui website resminya, Kemenkumham mengunggah daftar nama peserta yang harus melakukan pengunggahan ulang.

Adapun daftar peserta lengkap dapat dilihat melalui tautan berikut ini.

Pastikan cek baik-baik namamu ya, agar tak kelewatan kesempatan untuk menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dikutip dari laman Kemenkumham, berikut daftar nama pelamar CPNS 2018 Kemenkumham beserta nomor registrasi, yang filenya dinyatakan corrupt ketika proses unggah dan harus loginke SSCN dan unggah file kembali.

Daftar nama pelamar yang wajib upload ulang dokumen

1. Apriyuce Arsyani 1310029565

2. Muhammad Anwar Munjiri 1876711063

3. M. Rofi’i 1443712396

4. Sandi Nopbeliansyah 1723607753

5. Wa Ode Hikmah Nilayanti 1881881010

6. Fani Handayani 1597450599

7. Siti Komaria 1313403945

8. Rizki Yanuar Widiantoro 2124611476

9. Nurwalidayyah 1014683900

10. Fatkhul Amin 1011848860

11. Mursalin 1645649587

12. Dewi Sahpitri 1088811228

13. Agus Prakoso 2093845358

14. Suri Mustika Dewi 2033013739

15. A. Ramadhan 1491252866

16. I Kadek Mega Putra Harapan 1604936906

17. Sindi Pratiwi Putri 1754292670

18. Daud Sem Tasoin 2093285464

19. Debi Titania 1357117745

20. Lala Rusita Arigiyanti 1676880508

21. David Hendra Fausi 1741894118

22. Mohamad Agus Salim 1843344187

23. Siswo Adhi Pradono 1918487919

24. Shonny Sabian 1319454654

25. Trisna Andriyani 1951479926

26. Ahmad Fahrurrozi 1627669281

27. Agustri Kusuma Dewi 1641255745

28. Khairul Rahmat Pune 1492510731

29. Sartika Simaremare 1923368769

30. Ali Shadikin 1266572450

31. M. Yogi Royf Handi 1926223804

32. Andre Romario Dasilva Doutel 1218496202

33. Muhammad Sholihin Daud 1856719127

34. Edi Guntoro 1328931446

35. Husna 1656491845

36. Ilhami Putra 1372268020

37. Febby Anggelia 1011965533

Jika nama Anda tercantum pada data di atas, silakan segera melakukan upload ulang dokumen pada portal SSCN sebelum penutupan pendaftaran CPNS 2018 pada malam nanti, pukul 23.59 WIB.

Sebelumnya, peserta dibuat kebingungan karena setelah login di sscn.bkn.go.id muncul kembali notifikasi untuk kembali mencetak kartu informasi akun.

Padahal, tahapan ini telah dilakukan di tahap awal pendaftaran.

Selain meminta peserta untuk mencetak ulang kartu pendaftaran akun, BKN juga mengingatkan peserta untuk kembali mengecek dokumen yang terunggah.

 

Pasalnya, dalam beberapa kasus, tak sedikit peserta yang mengalami file corrupt atau file tak terbaca.

Untuk mengeceknya, pelamar pun diimbau untuk login ke sscn.bkn.co.id terlebih dahulu.

Jika nantinya muncul notifikasi ‘Resume Pendaftaran’, maka dokumen yang diunggah peserta aman.

Tapi, jika muncul notifikasi dokumen yang diunggah tidak terbaca (file corrupt), maka akan muncul notifikasi unggah ulang dokumen.

Memasuki hari terakhir ini, penting untuk melakukan re-check untuk memastikan data benar-benar telah aman dan bisa lolos di pengumuman seleksi administrasi.

Awas! Penipuan Seleksi CPNS 2018 Bermodus Perbaiki File Corrupt, Ini Penjelasan BKN (Twitter @BKNgoid)

Penting untuk mewaspadai ulah oknum tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan diri sebagai pihak panitia pelaksana.

Jangan pernah menggubris pihak-pihak yang menawarkan diri untuk membantu memperbaiki file corrupt.

Pasalnya, beberapa waktu lalu BKN mendapatkan laporan adanya ulah oknum nakal untuk mencari keuntungan.

“Kami mendapat laporan penipuan. Pelamar dihubungi oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, mengatasnamankan panitia instansi yang bersedia membantu file corrupt dengan imbalan tertentu,” tutur Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan, Sabtu (13/10/2018).

Menghindari adanya penipuan ini, melalui surat resmi bernomor E 26-30/v 143-1/99, BKN menegaskan jika pengunggahan ulang atau perbaikan file corrupt tidak dikenai biaya apa pun.

Untuk itu, pelamar diimbau untuk hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan instansi penyelenggara perekrutan CPNS 2018.

Pendaftaran CPNS 2018 sendiri akan ditutup pada hari ini, Senin (15/10/2018), pukul 23.59 WIB.

BKN merilis pemberitahuan unggah ulang dokumen bagi para pelamar calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id.

BKN menegaskan surat ini dikhususkan untuk pelamar CPNS yang telah mengunggah dokumen persyaratan di situs SSCN, sscn.bkn.go.id namun dokumen tersebut tidak dapat terbaca (file corrupt).

BKN menyampaikan, pelamar dengan indikasi dokumen tidak terbaca (file corrupt), untuk melakukan pengunggahan ulang dokumen sesuai setting waktu masing-masing instansi. Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id

Surat yang ditandatangani Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Iwan Hermanto tersebut meminta instansi untuk mengumumkan daftar pelamar dengan indikasi dokumen tidak terbaca (file corrupt) pada dokumen yang diunggah.

Surat resmi bernomor E 26-30/V 143-1/99 ini ditujukan kepada ketua panitia seleksi CPNS 2018 instansi pusat dan daerah.

Berikut bunyi surat tersebut: Surat pemberitahuan unggah ulang dokumen dari BKN Surat pemberitahuan unggah ulang dokumen dari BKN(Twitter/BKN) Sehubungan dengan terindikasinya file corrupt pada dokumen yang diunggah oleh pelamar pada instansi Saudara, dengan ini kami menyampaikan agar Instansi dapat mengumumkan daftar pelamar yang harus melakukan unggah ulang dokumen sesuai dengan syarat administrasi masing-masing Instansi yang dilamar melalui laman https://sscn. bkn.go.id.

Adapun daftar pelamar masing-masing instansi sebagaimana tertera dalam lampiran kepada masing-masing administrator instansi beserta tata cara proses unggah ulang dokumen untuk pelamar.

Apabila dokumen yang diunggah tidak terbaca (corrupt) maka akan muncul notifikasi untuk unggah ulang dokumen.

Namun, jika tidak ada notifikasi untuk melakukan unggah ulang dokumen, maka file dinyatakan tidak bermasalah.

Berikut surat dari BKN: Surat Pemberitahuan Proses Unggah Ulang Dokumen.

Untuk diketahui, pendaftaran CPNS 2018 terintegrasi secara nasional melalui situs resmi SSCN.

Pendaftaran online masih berlangsung hingga 15 Oktober 2018. Pemerintah membuka sebanyak 238.015 formasi untuk CPNS kali ini, di mana terbagi di instansi pusat dan daerah.

Di Twitternya, Humas BKN, Rabu (10/10/2018) pagi menyarankan para pelamar yang kesulitan menemukan nama program studi dan kampus mereka agar mencoba alternatif lain saat mendaftar.

Diberitakan Banjarmasinpost.co.id pada Rabu (10/10/2018), caranya adalah dengan memasukkan nama singkatan program studi atau kampus mereka.

“#SobatBKN yang Program Studi atau Universitasnya tidak tercantum, apakah sudah mencoba menginput dengan singkatan nama Universitasnya?” tulis Humas BKN.

Hal ini ternyata karena ada keluhan dari beberapa pelamar yang mengalami kesulitan ini.

Ternyata, setelah dicoba dengan memasukkan nama singkatannya, bisa berhasil.

Link Nama Perguruan Tinggi Terdata SSCN KLIK DISINI

“Karena beberapa #SobatBKN yang datang dan mengeluhkan hal tersebut ternyata nama Universitasnya menggunakan singkatan,” lanjut Humas BKN.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau para pelamar yang telah mengajukan keluhan ke helpdesk SSCN agar bersabar dan rajin memeriksa balasannya secara berkala karena banyaknya antrean yang harus dilayani.

“Jika masih tidak ada, dan sudah mengajukan aduan helpdesk dimohon menunggu dan cek secara berkala. Tim Helpdesk masih memproses sesuai antrian,” tutupnya.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, Kamis (11/10/2018), nama-nama perguruan tinggi yang telah terdata di portal SSCN diumumkan BKN di Twitternya.

 

Sumber: Tribunnews.com