By | Mei 25, 2019
  •  
  •  
  •  

Tim penasihat hukum Prabowo-Sandiaga secara resmi telah mendaftarkan gugatan sengketa hasil pilpres 2019 ke MK, Jumat (24/5/2019) pukul 22.44 WIB atau kurang dari 1,5 jam menjelang penutupan pendaftaran permohonan.

Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai, langkah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk memenangkan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi ( MK) tidaklah mudah. Sebab, BPN perlu bukti yang cukup untuk meyakinkan Majelis Hakim atas dalil mereka.

Sementara, saat mendaftarkan gugatan sengketa ke MK Jumat (24/2/2019), BPN hanya membawa 51 alat bukti. “Hanya dengan menghadirkan 51 alat bukti yang itu tentu sangat kecil sekali ya,” kata Ferry saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/5/2019).

BACA JUGA :  Gerindra Ajak Massa Doakan Hakim MK Agar Diberi Petunjuk

Jika BPN menggunakan dalil yang berkaitan dengan perolehan suara, maka, untuk dapat mengubah pemenang pemilu, Prabowo-Sandi harus mampu membuktikan bahwa perolehan suara mereka lebih banyak dari suara Jokowi-Ma’ruf.

Perbedaan perolehan suara itu dinilai Feri cukup tinggi. Sehingga, tidak mudah bagi paslon nomor urut 02 mengubah hasil pemenang pemilu.

Sementara berdasar hasil pemilu yang ditetapkan KPU, Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 85.607.362 suara, perolehan suara Prabowo-Sandi 68.650.239. Selisih suara keduanya yaitu 16.957.123.

BACA JUGA :  Gerindra Ajak Massa Doakan Hakim MK Agar Diberi Petunjuk

Melihat jumlah alat bukti yang dibawa BPN, Feri menduga, dalil yang digunakan Prabowo-Sandi berkaitan dengan kecurangan pemilu terstruktur, masif, dan sistematis.

“Ini kan membuktikannya tidak mudah karena setidak-tidaknya, menurut perhitungan matematika pemilu saya, akan dibutuhkan 100.000-200.000 TPS yang masing-masing TPS membutuhkan 100 suara yang harus dialihkan ke kubu Prabowo sehingga akan ada beralihnya 10 juta lebih suara dari kubu Jokowi menuju kubu Prabowo,” ujar Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas itu.

BACA JUGA :  Gerindra Ajak Massa Doakan Hakim MK Agar Diberi Petunjuk

Namun demikian, dalil tersebut juga tidak lantas memudahkan Prabowo-Sandi memenangkan sengketa.

Feri menambahkan, tantangan-tantangan tersebut harus mampu dijawab oleh tim kuasa hukum BPN dalam persidangan di MK. Tim penasihat hukum Prabowo-Sandiaga secara resmi telah mendaftarkan gugatan sengketa hasil pilpres 2019 ke MK, Jumat (24/5/2019) pukul 22.44 WIB atau kurang dari 1,5 jam menjelang penutupan pendaftaran permohonan.

“Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan permohonan sengketa perselisihan hasil pilpres dan malam ini kami akan serahkan secara resmi permohonan itu,” ujar Bambang Widjojanto.

Wiranto Mengaku Sudah Kantongi Nama Dalang Rencana...
views 101
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan dalang yang memerintahkan untuk membunuh 4 tokoh nasional...
Cagub Sumut – Djarot Memiliki KTP Domisili K...
views 33
Megazio.com - cagub Sumut pasangan Djarot Saiful Hidayat (Djarot) - Sihar Sitorus (Sihar) dengan slogan Djoss di kabarkan/diduga memiliki Kartu Tanda ...
GAPKI: Jika Tak Ada Sawit, Rupiah Bisa Sentuh Rp 2...
views 22
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengklaim nilai tukar rupiah bisa terpuruk hingga Rp 20.000 per dollar AS jika tidak ada kelapa sawi...
“Bocoran” Jadwal pembukaan pendafatara...
views 22
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan- RB) Asman Abnur mengatakan , saat ini pihaknya terus melakukan kajian - kajian...
Astaga : Prabowo Jadi Bahan Ejekan Koran Luar Nege...
views 84
Jakarta - Sebuah koran Australia dengan sadis memberi judul “Loser Prabowo Claims Victory on Indonesia”. Koran The Weekend Australian memuat judu...