Ombudsman Minta Pekerja Tiongkok Dilarang Masuk RI Terkait Virus Corona

Korban meninggal dunia akibat virus corona di Tiongkok bertambah dari 56 orang akhir pekan lalu (25/1) menjadi 80 orang pada pagi hari ini (27/1). Jumlah yang terinfeksi pun meningkat dari 1.957 menjadi 2.761 orang.

Dikutip dari AFP, tidak ada korban baru yang meninggal dunia di luar provinsi Hubei, Tiongkok. Wuhan, Hubei merupakan daerah pertama ditemukannya kasus virus corona.

Komisioner Ombudsman RI La Ode Ida meminta pemerintah untuk mengeluarkan larangan sementara bagi pekerja dan wisatawan Tiongkok masuk Indonesia.

Hal ini bertujuan menghindari penularan virus corona yang hingga kini belum ada obatnya.

“Sehubungan dengan munculnya virus Corona, maka pemerintah Indonesia seharusnya segera mengeluarkan larangan masuk pekerja asal Tiongkok,” kata La Ode Ida dalam siaran pers, Senin (27/1).

Apalagi sudah ada 56 orang meninggal dunia di Tiongkok akibat terjangkit virus corona. Tiga dokter asal Beijing juga terdampak virus corona, sepulang dari  Wuhan, Hubei, Tiongkok. Wilayah ini merupakan daerah pertama ditemukannya kasus virus corona.

Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu berharap, virus corona tidak mewabah di Indonesia. “Karena virus mematikan itu terbukti bersumber dari Tiongkok, dan pemerintah Indonesia memiliki kewajiban asasi melindungi warganya dari bahaya kontaminasi dari virus yang kemungkinan dibawa oleh para pekerja atau wisatawan,” katanya.

Pemerintah Hong Kong juga telah menyatakan darurat virus ini. Mereka membatalkan berbagai perayaan serta melarang perjalanan ke China daratan. Di Hong Kong, ada lima kasus orang mengidap virus tersebut.

Virus itu diyakini muncul akhir tahun lalu di sebuah pasar ikan di pusat Kota Wuhan, Tiongkok, dan berasal dari hewan-hewan yang dijual secara ilegal.

Virus sudah menyebar ke beberapa kota Negeri Tirai Bambu dan ke negara-negara lain termasuk Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Australia, Prancis dan Kanada.

You May Also Like

megazio [Harja Group]

About the Author: megazio [Harja Group]