NASA Sebut Sebagian Jakarta Utara Alami Penurunan Tanah

  • Bagikan

megazio.com – Meningkatnya suhu global dan mencairnya lapisan es di Bumi membuat banyak kota pesisir menghadapi risiko banjir rob yang semakin besar akibat kenaikan permukaan air laut. Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu yang akan menghadapi tantangan tersebut, menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA.

Banjir selalu bersahabat dengan ibu kota Jakarta karena mempunyai beberapa sungai dataran rendah yang selalu meluap saat musim hujan. Dalam beberapa dekade terakhir, masalah banjir semakin memburuk, sebagian didorong oleh pemompaan air tanah yang secara luas menyebabkan tanah tenggelam atau surut dengan kecepatan tinggi.

Baca juga :  18 Orang Langsung Tewas Terkapar Tersambar Petir di Rajasthan

Menurut beberapa perkiraan, sebanyak 40 persen tanah berada di bawah permukaan laut. Dengan rata-rata permukaan laut global yang naik sebesar 3,3 milimeter per tahun dan di tengah tanda-tanda bahwa badai hujan semakin intens saat atmosfer memanas, banjir yang merusak telah menjadi hal biasa.

Sejak 1990, banjir besar telah terjadi setiap tahunnya di Jakarta, dengan puluhan ribu orang yang akhirnya mengungsi. Musim hujan pada 2007 membawa banjir yang sangat merusak, dengan lebih dari 70 persen kota terendam. Urbanisasi yang cepat, perubahan penggunaan lahan dan pertumbuhan penduduk telah memperburuk masalah.

Baca juga :  Mumpung Gratis, Ancelotti Ingin Bawa Chiellini ke Real Madrid

Penggantian lahan hutan dan vegetasi lainnya dengan permukaan kedap air di daerah pedalaman di sepanjang Sungai Ciliwung dan Cisadane telah mengurangi jumlah air yang dapat diserap berkontribusi terhadap limpasan dan banjir bandang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.