By | Mei 14, 2019

Jakarta – Sebuah yayasan yang berada dikawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan, memastikan akan memecat HS (25).

HS adalah tersangka dugaan makar dikarenakan dalam postingan video mengancam akan memenggal kepala PresidenJoko Widodo.

HS diduga melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo saat melakukan aksi demo di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019) siang.

BACA JUGA :  Sri Mulyani : Menganggarkan Dana THR Sebesar Rp 20 triliun, Baru Cair Rp 10 Triliun

Tindakannya itu juga dilaporkan Relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi  Jokowi Mania.

Penanggung jawab HRD yayasan tempat HS bekerja, Eri mengatakan, surat pemecatan akan dikirim pada Senin (13/5/2019) ini. 

“Pasti kami akan pakai surat, dipastikan (dipecat) hari ini. Kami juga tidak sesuai dengan personalitinya, kan, enggak boleh berbuat seperti itu (ancaman),” ujar Eri saat ditemui di kantornya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin. 

BACA JUGA :  Pakar Bersuara : Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Cuma Bawa 51 Bukti ,Itu Sangat Sedikit

Akibat perbuatannya, HS dijerat pasal makar yakni Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

HS tercatat sebagai pekerja volunter di yayasan tersebut sejak 9 April hingga 2 Juni 2019, HS tercatat sebagai pekerja volunter di yayasan tersebut sejak 9 April hingga 2 Juni 2019.

BACA JUGA :  Dampak Pasca 22 Mei Medsos Dibatasi WhatsApp, Facebook dan Instagram Terjun Bebas

Eri mengatakan, pihaknya memang membuka pendaftaran untuk para volunter selama bulan Ramadhan, HS ditugaskan sebagai penjaga booth di beberapa wilayah di Jakarta.

HS ditugaskan sebagai penjaga booth di beberapa wilayah di Jakarta, Eri mengatakan, pihaknya memang membuka pendaftaran untuk para volunter selama bulan Ramadhan.

Atas perbuatannya HS di Ancaman hukumannya penjara seumur hidup.

Sumber : Kompas.com