By | Oktober 16, 2018

Asep (27) warga Kampung Panoongan, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupatan Bogor tewas di tangan keluarga sang pacar.

Santri asal Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupatan Bogor, Asep tewas dibunuh keluarga mantan pacarnya.

Ibunda korban, Empat (50), mengatakan bahwa Asep yang merupakan santri ini sudah cukup lama berpacaran dengan perempuan berinisial L.

Perempuan ini pun, kata dia, sudah sering berkunjung ke rumah Asep di Rumpin hingga suatu hari ia minta dilamar.

BACA JUGA :  Sri Mulyani : Menganggarkan Dana THR Sebesar Rp 20 triliun, Baru Cair Rp 10 Triliun

“Sering main ke sini (rumah), ketemu Asep. Sampai kita diminta dateng ke rumahnya, lamaran, sama saya,”

Empat mengaku bahwa ia awalnya tidak pernah berpikiran hal yang lain karena putranya dan pacarnya sudah saling suka.

Namun, ketika lamaran digelar di rumah sang pacar di Ciseeng, kata Empat, lamaran tersebut ditolak oleh keluarga sang pacar.

“Saya gak tahu kenapa ditolak, masalahnya apa gak tahu.

Mungkin karena saya orang gak punya terus keluarga sana keluarga berada,” kata Empat.

BACA JUGA :  Siapa Dalang dibalik Tragedi 22 Mei, Polisi Akan Cari Penyandang Pendana

Usai lamaran ditolak, Empat pun meminta kepada putranya itu untuk merelakan L dan mencari pasangan lain.

Asep yang sudah ditinggal wafat sang ayah sejak SD ini pun menerima penolakan itu.

Namun, setelah penolakan lamaran tersebut, L masih kerap datang ke rumahnya untuk menemui Asep.

Sampai akhirnya pada 3 Oktober 2018, Asep diminta untuk datang oleh pacarnya melalui sambungan ponsel yang ternyata itu adalah jebakan yang dilakukan oleh 6 anggota keluarga L yang siap membunuh Asep.

BACA JUGA :  Perbuatan Yang Dapat Mengurangi Pahala Puasa Hingga Membatalkan Puasa

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi, mengatakan bahwa motif pembunuhan ini adalah para pelaku sakit hati karena L berpacaran dengan korban yang juga sebelumnya tak direstui.

“(Pelaku) Yang terlibat itu bapaknya, anaknya, menantunya dan 3 kerabatnya.

Pelakutunggal eksekutor adalah kakak daripada pacar korban berinisial AM.

Yang lain perannya berbeda-beda, ada yang berperan membuang korban, ada juga yang memgamankan situasi termasuk mengetahui kejadian tersebut,” terang Benny.