Kam. Okt 24th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Mau Selamat Dunia Akhirat, Lakukan Hal ini..

  •  
  •  
  •  
  •  

Dalam riwayat hadis yang lain, Rasulullah bersabda: “Telah diterapkan bagi anak-anak Adam yang pasti terkena, kedua mata zinanya adalah melihat, kedua telingazinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berkata-kata, tangan zinanya adalah menyentuh, kaki zinanya adalah berjalan, hati zinanya adalah keinginan (hasrat) dan yang membenarkan dan mendustakannya adalah kemaluan.” (HR. Muslim)

BACA JUGA :

Mata, mempunyai peluang untuk zina, dan zinanya melihat atau memandang, yakni memandang sesuatu yang tidak halal baginya untuk memandangnya.

Seperti : memandang aurat orang lain dan lainnya.

Kedua tangan berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu ‘ al-Bathsyu ‘, yakni menyentuh dengan tangannya sesuatu yang haram disentuh, misalnya menyentuh wanita yang bukan mahram, baik berupa berjabat tangan atau yang lainnya.

Kedua kaki berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu melangkah. Yakni  melangkah menuju zina.

Mulut berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu ciuman. Yakni  berciuman dengan orang yang bukan mahramnya.

Dalam riwayat imam Muslim dan lisan zinanya adalah ucapan, dalam riwayat lain, dan zina lisan yaitu mengucapkan, misalnya bercakap-cakap dengan ucapan-ucapan haram dengan wanita asing yang bukan mahramnya.

Atau, ucapan yang akan menimbulkan dorongan syahwat dan lain sebagainya.

Hati berkeinginan kuat atau berangan-angan. Zinanya hati berupa memikirkan, membayangkan, berkeinginan, berangan-angan yang mengarah kepada perzinaan.

Kemaluan, jika kemudian kemaluan tersebut dimasukkan ke dalam kemaluan yang pada dasarnya haram baginya, maka berarti ia membenarkan keingingan, atau angan-angan, atau yang dibayangkan oleh hati.

Dengan demikian, orang tersebut benar-benar melakukan perzinaan.

Adapun, bila kemaluan tersebut tidak kemudian dimasukkan ke dalam kemaluan yang pada dasarnya adalah haram dimasukinya, maka berarti ia mendustakan angan-angan, atau pikiran atau keiinginan hatinya.

Dengan demikian, dia tidak melakukan perzinaan.

Imam an Nawawi mengatakan, makna hadis ini adalah bahwa manusia ditakdirkan baginya bagian dari zina.

Maka, sebagian mereka adalah yang benar-benar melakukan perzinaan sesungguhnya yaitu dengan memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan yang haram.

Dan ada pula sebagiannya yang zinanya merupakan kiasan yaitu dengan memandang hal-hal yang haram, atau mendengarkan kepada hal-hal yang akan dapat mengantarkannya untuk melakukan perbuatan zina, atau melakukan segala hal yang dengan itu seseorang akan dapat melakukan perzinaan, atau dengan sentuhan menggunakan tangan, menyentuh wanita asing dengan tangannya, atau bahkan menciumnya, atau dengan berjalan dengan kaki menuju perbuatan zina, atau pandangan, atau sentuhan, atau ucapan haram dengan wanita asing dan yang lain-Nya.

Atau dengan memikirkan dengan hati. Semua ini merupakan bentuk zina al-majaziy.

Dan, kemaluan membenarkan itu semunya atau mendustakannya