Ketua DPRD Kuningan : Viral Ponpes Membawa Limbah Wabah


Langsung aja ke Tujuan awal.,

Viral, Ketua DPRD Kuningan Sebut ‘Husnul Khotimah Bawa Limbah’ Berujung Klarifikasi Minta Maaf
Akhir September 2020 dikabarkan muncul klaster Covid-19 di pondok pesantren. Salah satu pondok pesantren yang menjadi berita hangat dibicarakan yaitu Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan.

Pernyataan Nuzul tersebut terekam kamera wartawan hingga viral di media sosial salah satunya setelah diunggah channel YouTube Kuningan AYEUNA, Sabtu (03/10/2020).

Dalam video berdurasi 5 menit 23 detik itu, Nuzul menyoroti lonjakan kasus corona di Ponpes Khusnul Khatimah, Kuningan, Jawa Barat.

“Karena kasus di Khusnul ini, kasus yang luar biasa, maka saya minta kepala daerah untuk melakukan penanganan yang luar biasa. Jangan hanya isolasi 2 minggu, karena 2 ribu sampai 3 ribu santri bisa jadi bola salju,” ujar Nuzul.

Diketahui hingga 2 Oktober 2020 sebanyak 155 santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami telah melakukan tes usap kepada pegawai dan santri dengan total 300 orang dan bertahap akan dialkukan tes usap kepada seluruh civitas pesantren,” Ujar Sanwani selaku juru bicara Covid-19 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah dikutip dari akun Youtube HKTV Husnul Khotimah channel pada 30 September 2020.

Nuzul yang mengaku asli warga setempat (Masnis Kidul) itu menegaskan kalau selama ini daerahnya zona aman.

Menurutnya, sudah 6 bulan lebih daerahnya tidak pernah terdengar kabar kasus Covid-19 namun tiba-tiba meledak.

Meski begitu, ia tetap mengapresiasi Ponpes Khusnul berkaitan dengan pengembangan pendidikannya yang terus mengalami kemajuan.

“Tapi di sisi lain, kegiatan lain misalnya laundry. Laundry itu kan berapa ribu potong pakaian yang dilaundrykan. Baju itu media, berpotensi untuk menyebarkan,” sambung Nuzul.

Pernyataan Nuzul itu pun membuat publik geram salah satunya pemilik akun Dicky Cus***.

“Bapa lucu sekali berbicara sekelas Ketua DPRD dengan kata-kata LIMBAH. Bapak jangan lupa ikut sekolah lagi, supaya Bapak paham berbicara yang baik & benar itu seperti apa. Satu lagi pak, Bapak berbicara protokol kesehatan? Bapa sehat di samping bapa itu jaraknya berapa meter?” timpalnya.

megazio [Harja Group]

About the Author: megazio [Harja Group]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.