Sen. Agu 19th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Kepala BKN Sumut : Akui Test SKD CPNS Sulit, Peserta Lolos Juga Jauh Dari Harapan

  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Provinsi Sumatera Utara English Nainggolan menyampaikan, para peserta kesulitan mengisi jawaban pada soal ujian Sistem Kompetensi Dasar (SKD) pada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.

Lantaran dari tiga tes yang diterapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menurutnya sangat sulit.

“Kalau menurut mereka-mereka itu yang paling sulit adalah di TKP, untuk nilai di TKP itu 143 bagi para peserta minimal untuk bisa lulus pada tahap SKD.

Jadi kalau menurut saya semua kompenen itu, bukan hanya TKP semuanya dikaji kembali.

Karena memang benar-benar sulit dan nilainya juga sangat tinggi,” kata dia melalui sambungan telepon genggam, Sabtu (11/11/2018).

Ada tiga passing grade yang ditetapkan yakni Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 point, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143 point, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75 point, sesi TKP paling banyak dikeluhkan peserta.

BACA JUGA :  Nasib PNS di Tahun 2020, Gaji Tak Naik tapi Masih Terima THR

Sebelumya, Humas BKN Pusat Muhammad Ridwan menyampaikan kepada Tribun Medan, bahwa saat ini peserta yang lolos tahap SKD sangat minim dan jauh dari harapan.

English Nainggolan juga menyampaikan hal senada, kuota yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat kepada daerah Sumatera Utara sangat minim dan jauh dari jumlah yang diharapakan.

“Kalau dilihat dari faktanya sangat minimalis sekali ya, kayaknya untuk memenuhi kuota yang ada itu, tidak terpenuhi dari jumlahnya bila memenuhi nilai passing grade,” katanya.

Akan ada rencana pembahasan untuk bisa menurunkan nilai dari ketiga Test tersebut yang akan diajukan oleh Badan Kepegawaian Negara dengan Menpan-RB.

BACA JUGA :  Nasib PNS di Tahun 2020, Gaji Tak Naik tapi Masih Terima THR

English belum bisa menjawab pertanyaan tersebut, dikarenakan sudah ada panitia seleksi dari pusat yang memiliki gawean.

“Inikan ditentukan oleh panitia seleksi nasional ini, passing grade itu, dari menteri Menpan RB, beliau yang menerapkan nilainya,” ujarnya

Nilai untuk ketiga Test tersebut sudah ditetapkan dan dilakukan kajian oleh Menpan-RB yang memiliki gawean secara menyeluruh.

Tetapi, sambungnya, pemerintah pusat juga dapat melihat hingga merasakan langsung bagaimana soal-soal tersebut ternyata sulit untuk dikerjakan.

“Penetapan nilai untuk tes itu saya tidak mengetahui, karena semua berdasarkan menteri yang mengurusinya.

Mudah-mudahan nanti pansel melihat tingkat kelulusan supaya realistis bisa melihat saat ini berapa jumlah yang lulus, untuk dilakukannya kajian kembali,” ucapnya.