Kata IDI soal Mendagri Tegur Pemda yang Belum Cairkan Insentif Nakes

  • Bagikan

megazio.com – Langkah Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur pemerintah daerah yang lamban mencairkan insentif bagi tenaga kesehatan diapresiasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar (PB) IDI, Mahesa Paranadipa mengatakan Insentif itu merupakan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat penanggulangan sebagaimana yang diamanahkan di UU nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Karena pemda di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri maka sudah seharusnya diperintahkan untuk menjalankan perintah UU,” ujar Mahesa dalam keterangannya, Rabu 21 Juli 2021.

Baca juga :  DPR Ingatkan Anies Buat Kebijakan Revolusioner agar DKI Tak Tenggelam

Setelah teguran yang disampaikan oleh Mendagri kepada beberapa pemerintah provinsi (pemprov) yang belum cairkan insentif nakes di daerahnya. Tercatat Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sumatera Selatan (Sumsel) yang hingga kemarin telah mencairkannya. Pemprov Bali juga nyatakan telah cairkan insentif nakes didaerahnya hingga Juni 2021. 

Mahesa mempertanyakan pemerintah daerah (pemda) yang hingga kini belum memenuhi hak-hak para nakes. Padahal, kewajiban pemerintah itu sudah digariskan di dalam regulasi. 

Mahesa mengaku belum memonitor berapa jumlah pemerintah daerah yang belum dan sudah membayarkan insentif kepada nakes. Pemberian insentif nakes untuk 2020 dilakukan pemerintah daerah atau sebelum Keputusan Menkes Nomor 4239 tahun 2021, aturan pembayaran oleh pemerintah pusat melalui rekening masing-masing nakes. 

Baca juga :  HMD Bantu Saebo Percepat Adaptasi Digital, Berikan Smartphone Nokia C3

“Namun sebelum terbit keputusan tersebut, insentif nakes khususnya yang bekerja di fasilitas milik pemerintah masih ditransfer melalui rekening pemerintah daerah masing-masing,” katanya. 

Seyogyanya, lanjut Mahesa, tidak ada kendala berarti bagi pemerintah daerah menjalankan amanah dari pusat untuk membayarkan insentif kepada nakes. 

“Seharusnya sudah tuntas diberikan kepada nakes. Perlu ditanyakan kepada pemerintah daerah yang belum memberikannya,” ucap dia.   

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.