Jum. Jul 19th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Joko Widodo Berkomitmen Sederhanakan Laporan Pertanggung Jawaban Dana Desa

2 min read
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Megazio.com, Jakarta – Joko Widodo berkomitmen mengalokasikan dana operasional untuk kepala desa dan akan menyederhanakan format laporan pertanggung jawaban dana desa.

Total anggaran dana desa yang sudah digelontorkan sejak 2015-2019 sebesar Rp 257 Triliun artinya kepala desa memiliki tanggungjawab yang besar dalam setiap penggunaan anggaran yang ada di desa untuk berbagai bentuk pembangunan seperti jalan desa, embung, BUMDes dan lain-lain.

BACA JUGA :  Pemprov Sumut Jalin Kerja Sama dengan UNHAN Untuk Tingkatkan Profesionalitas ASN

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan arahan dalam Silaturahmi Nasional Pemerintahan Desa se-Indonesia di Senayan, Jakarta, Rabu (10/4)
Presiden Joko Widodo juga merespon banyaknya keluhan tentang rumitnya pembuatan laporan pertanggungjawaban dana desa.

“Laporan juga akan disederhanakan, nanti Mendes bersurat ke Menkeu. Kita tahu kepala desa kan pendidikannya macam-macam, jadi laporan itu tidak usah tebal-tebal, ruwet-ruwet, kalau saya orientasinya bukan prosedur, saya orientasinya hasil

BACA JUGA :  Gubernur: SDM Pariwisata Sangat Dibutuhkan di Sumut, Gubsu Hadiri Wisuda Politeknik Pariwisata Medan,

Presiden Jokowi juga memberikan apresiasinya kepada para kepala desa. Dirinya mengakui kerjakeras dari para kepala desa yang kerja hingga 24 jam.

Dan semua kerjakerasnya terlihat dari capaian yang sudah dilakukan di desa diantaranya 191 ribu kilometer jalan desa, 24 ribu unit posyandu, 50 ribu unit PAUD, 8900 pasar desa, 58 ribu unit irigasi, 1,1 juta meter jembatan, yang kesemuanya itu dibangun dari dana desa.

BACA JUGA :  Kebakaran Lahan Desa Pematang di Duga Cuaca dan Puntung Rokok

Total alokasi anggaran dana desa Rp 257 Triliun anggaran yang diberikan pada desa, dan saya pastikan anggarannya akan naik terus kedepannya,” ujarnya.

“Kedepan dana desa akan difokuskan ke ekonomi dan inovasi. Berikan suntikan agar produk berkualitas dan memiliki daya saing. Dorong agar kemasannya baik, mengangkat dari desa ke market place nasional kemudian pasar global.

sumber : tribunnews.com