By | Maret 2, 2019

Bukan Rahasia umum bahwa wanita cenderung banyak bicara. Suka bercerita. Membagi rasa. Terlebih pada suminya. Kebalikan dari laki-laki.

Cenderung sedikit bicara. Apa lagi jika tidak ada manfaatnya. Tak jarang perbedaan ini mengundang perselisihan.

Apa lagi ketika sang istri mulai sibuk mengurusi kehidupan orang lain. Mengajak ghibah berjamaah.

Ketika nasehat suami tidak diindahkan. Sudah tentu rasanya geram. Seharian bekerja dan tidak bertemu istri tercinta.

Sekalinya bertemu sang istri membahas hal tidak penting. Mulai dari temannya cantik tapi suka pamer, beralih ke anak tetangga yang pintar tapi usilnya naudzubillah.

Sampai pada hutang tetangga yang seperti lagunya pak Haji Rhoma Irama, gali lubang tutup lubang. Rupanya sang suami dilema dengan sifat sang istri yang begitu peduli pada lingkungan.

Apakah istri kalian juga demikian? Enaknya diapakan ya istri seperti ini?

Jangan bilang tukar tambah ya pak?

Jangan! Ingat-ingat moment saat meminang. Buka kembali memori janji suci di depan penghulu.

Disaksikan keluarga besar, Diaminkan malaikat. Bukankah menikahinya adalah pilihan?

Memiliknya adalah ladang kebaikan. Mengarahkan dan mendidiknya menjadi amal sholeh yang memberatkan.

Bersabarlah. Niscaya Allah tambahkan nikmat dan keberkahan dalam rumah tangga.

Mungkin si eneng bersikap demikian karena ada udang di balik batu.

Sudahkah para suami melakukan hal berikut ini:

1. Membimbing kekasih halal dengan ilmu agama.

Pernikahan itu ibadah paling lama ya pak. Ibadah berjamaah penuh cinta dan kasih sayang. Antara imam dan makmum harus punya visi yang sama.

Apa sih visinya keluarga Muslim? Melindungi diri dan keluarga dari api neraka (lihat Alquran Surat At-Tahrim ayat 6).

Untuk mencapai Visi perlu ilmu tentunya. Membimbing istri menjadi hamba Allah yang taat adalah kewajiban suami.

Menteri keberaihan dan kesehatan Rumah tangga. Terlebih di tanganny terletak nasib generasi harapan.

2. Melimpahkan kasih sayang dan perhatian pada belahan jiwa.

Ini penting pak. Kasih sayang dan perhatian itu utama bagi kaum wanita.

Makanya nafkah itu tidak hanya lahiriah saja tapi juga batin. Jangan segan bilang sayang. Jangan enggan untuk menghadiahi pelukan. Buatlah istri merasa nyaman dan merasa dicintai.

Jika sudah begitu ia akan lebih mudah untuk ditakhlukkan, eh di arahkan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya” (HR. At-Tirmidzi)

3. Mengajak teman hidup jalan-jalan ke Taman surga.

Jalan-jalan ke mall aja gak cukup untuk memenuhi kebutuhan istri.

Nyatanya istri itu butuh ilmu ya, pak? Perlu lingkungan belajar yang kondusif.

Ajak dong doi menghadiri kajian. Jalan-jalan juga belajar. Dengan begitu, kita berharap agar Allah melembutkan hatinya untuk menerima nasehat.

4. Doakan istri

Doa adalah penghubung ikhtiar dengan ketentuan Allah. Maka berdoalah agar Allah melihat kesungguhan usaha kita.

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran dalam mendidik istri tercinta.

Akhirnya jangan segan dan enggan bilang, “sini deh neng babang peluk.

Sebelum mengajaknya belajar memperbaiki diri. Jangan lelah mendidik istri hingga ia menjadi penyejuk hati yang menyenangkan.

Bersamanya mengetuk pintu surga. Bersemangatlah wahai para suami.

Sumber: Islam pos