Ironi di Negeri +62, Anggota DPRD Blora Ngamuk Tolak Dites Kesehatan Usai Kunker - Megazio

close

Home / Berita Daerah

Jumat, 20 Maret 2020 - 21:51 WIB

Ironi di Negeri +62, Anggota DPRD Blora Ngamuk Tolak Dites Kesehatan Usai Kunker

DPRD Blora mengamuk saat hendak diobservasi terkait antisipasi dan pencegahahan penularan virus corona Covid-19 di Terminal Padangan kemarin. Akibatnya pemeriksaan batal dilakukan. Baik mulai dari pantau suhu, penyemprotan cairan desinfektan dan lainnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi, beberapa DPRD dan keluarga yang sudah menjalani pemeriksaan adalah Nyoto Priyo Utomo, Siti Rohmah Yuni Astuti, Siswanto, Mukhlisin, Suyono, Munawar, Sakijan, Irma Suroso, Agus Susanto.

“Kalau dianggap bahwa masyarakat dari luar kota diperiksa, lha kowe angger bengi nyegati bis luar kota kuwi (lha kamu setiap malam harus menghadang bus luar kota itu)? Saya pengawas lho.

Kalau bupati dari Yogya sana sama bojone (istrinya), mbok priksa ndak (kamu periksa tidak)? Kami setingkat bupati. Wakil bupati sama anak istrinya dari Jakarta, mbok priksa ndak (kamu periksa tidak)?,” ujar anggota DPRD Blora Fraksi Hanura, Warsit, kepada salah satu petugas medis di sela proses cek kesehatan di Terminal Padangan, Kamis (19/3/2020).

“Kalau dianggap masyarakat dari luar kota diperiksa, kamu setiap malam harus menghadang bus dari luar kota itu,” ucap anggota DPRD Blora, Warsit, ketika menolak diukur suhu tubuh dan disemprot cairan khusus untuk mencegah virus Corona Covid-19.

Marah-marah tidak karuan, Warsit mengaku dirinya adalah pengawas. Dia pun merasa besar dan menyebut jabatannya sebagai wakil rakyat saat ini setingkat bupati.

“Kalau bupati dari Jogja sana sama istrinya, kamu periksa tidak? Kami setingkat bupati. Wakil bupati sama anak istrinya dari Jakarta, mbok periksa kamu periksa tidak?,” sebut dia di tengah kerumunan anggota DPRD Blora lainnya, awak media, dengan mempermalukan petugas medis yang hendak berupaya menjalankan tugasnya.

Baca juga :  Link Terbaru Indoxxi Layarkaca21 Bioskopkeren Update 2020

“Ini DPRD. Bukan anak gembala. Pakai aturan. Ada UU-nya. Kita dalam tugas Negara Indonesia. Bukan TKW. Ada UU-nya. Kita DPR. Mana suratnya. Kita kerja perintah UU. Bukan teroris.

Yang baik. Kita siap diperiksa dimana. Mana surat tugasnya. Bawa atau tidak. Kita DPR. Kunjungan. Sudah ada Banmus. Tidak ada surat tugasnya, ayo ke rumah sakit.

Kita dianggap masyarakat dari luar kota harus diperiksa. Bupati dari Jogja diperiksa tidak. Kita setingkat bupati. Ayo ke rumah sakit,” ucap Warsit kepada Kabid DKK dengan nada tinggi.

Sayangnya, setelah ditunggu di RSUD Cepu, rombongan DPRD tidak kunjung datang juga. Akhirnya pemeriksaan dibatalkan.

Sementara itu, Edi Sucipto Kabid DKK Blora mengungkapkan, prosedur yang dilakukan DKK memang sudah sesuai SOP. Namun memang dia belum membawa surat tugas.

Untuk tempat, memang awalnya di RSUD Cepu. Namun dipindahkan ke Terminal Padangan karena ada permintaan dari Dewan sendiri. Harapannya, setelah masuk Blora sudah steril.

“Tadi ada 15 orang yang sudah diperiksa. Meski belum semuanya. Sebab saya tidak tau total rombongannya berapa. Ada DPRD dan keluarga juga,” ucapnya.

Share :

Baca Juga

Berita Daerah

Video semi korea drama xxi full movie, Video Bokeh Terbaru

Berita Daerah

8 Situs Rekomendasi Nonton Streaming Online Alternatif Filmroster, Movieon21, Indoxxi

Berita Daerah

Viral! 3 Siswi SMA live Instagram buka bra

Berita Daerah

Ingin Ke Jepang, Destinasi di Jepang yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Musim Dingin dan Semi

Berita Daerah

Pengusaha Kaya Bernama Kakek Solohabib hasan mulachela Bagi Beras Melawan Corona

Berita Daerah

Perms Are Coming Back—but They’re Getting a Modern

Berita Daerah

Berita Terbaru LOCKDOWN Hari ini, 10 Besar Negara Terkena Corona

Berita Daerah

Video Warga Berjatuhan di Jalan kena Virus Corona, Mirip Kota Zombie