Ming. Agu 25th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Ingin Program Bayi Tabung, Tahap Proses Pembuahan Hingga Hamil

  •  
  •  
  •  
  •  

Program bayi tabung merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan yang mengalami gangguan kesuburan dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia.

Meski prosedur dalam tahapan bayi tabung cukup mahal, namun metode ini sudah ditempuh banyak pasangan yang sangat mendamba seorang anak dalam kehidupan pernikahan mereka.

Bayi tabung pertama yang berhasil di lakukan

Joy Brown ialah bayi tabung pertama di dunia, hasil fertilisasi in vitro (FIV) dan pemindahan embrio (PE). Ia lahir di klinik Bourn Hall, Cambridgeshire, Inggris. Itu merupakan terobosan yang telah mengubah dunia kedokteran terutama di bidang reproduksi manusia.

Orangtua Brown, Lesley dan John Brown, telah menanti kelahiran bayi mereka ini selama sembilan tahun. Akhirnya pada 10 November 1977, kedua pasangan ini memutuskan untuk mengikuti prosedur bayi tabung di bawah pengawasan Patrick Steptoe dan Robert Edwards.

Meski pasangan Brown mengetahui prosedur yang mereka lakukan itu masih merupakan percobaan, para dokter tidak memberitahukan kepada mereka cara ini belum pernah dapat dilakukan. Akhirnya, bayi Brown lahir pada pukul 11.47 di Oldham General Hospital, melalui operasi caesar. Berat bayi itu 2,8 kg.

Proses bayi tabung

Prosesnya pengerjaan bayi tabung cukuplah rumit, maknya tak heran harganya juga terbilang mahal.

“Bayi tabung alias in fitro vertilization (IVF) merupakan suatu pilihan alternatif bagi Anda yang ingin punya anak. Bayi tabung dilakukan dengan cara menggabungkan telur dan sperma di luar tubuh.

Kemudian, sel telur yang sudah dibuahi dan sudah dalam fase siap akan dipindahkan ke dalam rahim wanita. Begitulah penjelasan sederhana dari bayi tabung

Hal yang dilakukan sebelum program bayi tabung

  1. Mengetahui siklus menstruasi
    Anda harus mengetahui bagaimana siklus menstruasi Anda sebelum melakukan program bayi tabung. Anda juga disarankan untuk mengonsumsi pil kontrasepsi sebelum melakukan program ini. Mengonsumsi pil kontrasepsi terbukti dapat meningkatkan kesuksesan dari program bayi tabung dan juga dapat menurunkan risiko sindrom hiperstimulasi ovarium dan kista ovarium.
  2. Pemeriksaan awal
    Tahapan bayi tabung yang pertama adalah pemeriksaan yang dilakukan kepada calon ibu, dengan memeriksa kadar estrogen di dalam darahnya, USG transvaginal dilakukan untuk mengetahui ukuran indung telur, serta mengantisipasi adanya kista ovarium yang sering menjadi penyebab masalah kesuburan. Bila terdapat kista, maka dokter akan mengangkat kista tersebut lebih dulu sebelum tahapan bayi tabung dilanjutkan.
  3. Pengambilan telur
    Pengambilan telur dilakukan sekitar 34-36 jam setelah Anda menerima suntikan hCG. Sebelum pengambilan telur, Anda akan dianestesi agar Anda tidak merasakan sakit. USG transvaginal dilakukan untuk memandu dokter dalam pengambilan telur. Pengambilan telur dilakukan menggunakan jarum yang akan menghisap folikel dalam ovarium Anda, Terdapat satu oosit (telur) tiap satu folikel yang diambil dari ovarium Anda. Jumlah folikel yang diambil bisa berbeda-beda antar individu.
  4. Sel telur dan sperma dipertemukan
    Di dalam lab embriologi, sel telur yang telah diambil akan dilakukan proses seleksi guna memilih sel telur paling baik. Setelah sel telur terpilih, proses pertemuan dengan sel sperma akan dilakukan, Sebelumnya, suami akan diminta untuk memberikan sel sperma terlebih dulu sebelum pengambilan sel telur dilakukan. Kemudian dipilih sel sperma dengan kualitas paling bagus untuk membuahi sel telur.
  5. Pematangan oosit (telur dalam ovarium)
    Telur harus menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangannya sebelum telur bisa diambil. Untuk memicu pematangan oosit, diperlukan suntikan human chorionic gonadotropin (hCG). Biasanya, suntikan hCG diberikan ketika empat atau lebih folikel telah berukuran sekitar 18-20 mm dan kadar estradiol Anda sudah lebih dari 2000 pg/ ml, Suntikan hormon ini dilakukan sebanyak satu kali dan harus dilakukan pada waktu yang tepat.

Catatan yang perlu diingat..

Setelah telur dibuahi, telur akan disimpan selama 3-5 hari di tempat khusus sebelum dipindahkan ke rahim wanita. Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) biasanya dilakukan pada hari kelima setelah pembuahan, di mana embrio sudah berada pada fase blastosit. Embrio pada fase blastosit sudah mampu menempel dengan baik pada rahim wanita.

Beberapa hari sebelum dilakukan pemindahan embrio, Anda akan diberikan obat hormon progesteron untuk membantu mempersiapkan dinding rahim Anda untuk menerima embrio. Obat hormon ini diberikan dengan cara suntikan, pil, atau gel.

Apakah saya akan langsung hamil?

Setelah dilakukan pemindahan embrio ke rahim Anda, Anda harus menunggu waktu selama dua minggu untuk melihat apakah Anda berhasil hamil. Selama ini, sebaiknya lakukan kegiatan Anda sehari-hari seperti biasa. Jangan buat diri Anda stres dengan memikirkan kehamilan Anda.

Harap rasakan setelah pengambilan sel telur.

Setelah pengambilan sel telur sesuai prosedur telah selesai, Anda akan diminta untuk istirahat sebentar selama beberapa jam untuk memastikan Anda baik-baik saja.
Jika Anda memiliki tanda-tanda sindrom hiperstimulasi ovarium, seperti:

  • Kembung
  • Nyeri ringan atau ketidaknyamanan pada perut
  • Mual
  • Diare
  • Kenaikan berat badan

Sebaiknya segera laporkan tanda-tanda tersebut pada dokter Anda. Sindrom hiperstimulasi ovarium bisa terjadi pada 10% wanita yang menjalani bayi tabung, ini merupakan efek samping dari penggunaan obat kesuburan.