By | Agustus 21, 2018

Pegawai KKP dilarang mem­bawa minuman dari botol plastik. Ini perintah langsung bu Susi,” ujar Budiyanto kemarin.

Berdasarkan data World Economic Forum 2016, dari seluruh plastik yang dihasilkan tersebut, hanya sekitar 2 perse yang didaur ulang secara efektif, 14 persen didaur ulang, 14 perse dibakar, 4 persen menumpuk di TPA/TPS, dan 32 persen lainnya mengotori lingkungan.

BACA JUGA :  Dampak Pasca 22 Mei Medsos Dibatasi WhatsApp, Facebook dan Instagram Terjun Bebas

Indonesia saat ini menempati peringkat kedua penyumbang sampah plastik terbesar ke lautan. Apabila tidak segera di­tanggulangi, World Economic Forum memprediksi di ta­hun 2050 akan lebih banyak sampah plastik di laut dibandingkan ikan.

BACA JUGA :  Internet dibatasi Kominfo Masih Mencatat 30 Hoaks Tersebar pada 21-22 Mei, Paling Banyak via Twitter

Budiyanto menjelaskan, pera­turan KKP melarang membawa minuman botol plastik ini sudah diterapkan sejak tiga bulan lalu. Hasilnya, sudah banyak pegawai KKP yang terkena peraturan tersebut.

“Peraturan ini diawasi lang­sung oleh sesama pegawai KKP, di mana ini salah satu bentuk kepedulian dan rencana aksi dari kita,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Siapa Dalang dibalik Tragedi 22 Mei, Polisi Akan Cari Penyandang Pendana

Akibat kebijakan itu, saat ini di lingkungan KKP tidak ada pegawai yang membawa minuman botol plastik. Sebagai gantinya, mereka membawa botol minuman pribadi.

 

sumber: rmol.co