Hukum dan Ketentuan Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru Menurut Quraish Shihab

Tiap tahunnya, pada bulan Desember momentum Natal seringkali menjadi perdebatan di kalangan masyarakat muslim Indonesia.

Biasanya, hal yang diperdebatkan adalah boleh tidaknya hukum mengucapkan selamat “Hari Natal” kepada saudara-saudara, teman-teman, bahkan tetangga kita umat Kristiani yang merayakan hari itu, yakni tepatnya pada tanggal 25 Desember.

Mengenai hal tersebut, Quraish Shihab (Pemuka atau tokoh agama Islam yang juga merupakan ahli tafsir) berpendapat bahwa mengungkapkan selamat Hari Natal kepada umat Kristiani yang merayakannya hukumnya adalah boleh dan tidak berdosa.

Dengan prinsip bahwa ucapan itu tidak mengubah akidah seorang muslim yang mengungkapkannya.

Dalam hal ini, dalil Al-Qur’an yang digunakan sebagai kebolehan mengucapkan selamat Hari Natal kepada umat Kristiani adalan dalam QS. Maryam ayat 33, yakni sebagai berikut.

وَٱلسَّلَٰمُ عَلَىَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

Was-salāmu ‘alayya yauma wulittu wa yauma amụtu wa yauma ub’aṡu ḥayyā

Artinya: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

Menurutnya bahwa di Al-Qur’an sendiri ada ungkapan seperti itu.

Dan yang pertama mengucapkan adalah nabi Isa a.s sendiri saat lahir kedunia dengan mengucapkan, “Salam sejahtera bagiku pada kelahiranku”.

Menurutnya lagi, bahwa ucapan selamat Hari Natal itu boleh saja diungkapkan, dengan syarat bahwa seorang pengucap atau muslim itu percaya bahwa Isa ailontarkan, asal umat muslim mempercayai Isa AS sebagai Rasulullah, bukan anak Allah.

Perlu diketahui, bahwa perdebatan mengenai hal tersebut hanya terjadi di Asia tenggara saja, sementara di negara lain tidak demikian.

Lebih khusus lagi, perdebatan tersebut seringkali terjadi di Indonesia.

Semestinya, Indonesia harus menjadi negara contoh bagi negara-negara lain dengan mengedepankan nilai-nilai persatuan, toleransi, saling menghormati dan lain sebagainya.

Karena negara Indonesia berdiri bukan hanya melibatkan satu kelompok agama saja, melainkan semua.

Kesimpulannya bahwa mengucapkan selamat Hari Natal kepada keluarga, teman, kerabat umat Kristen hukumnya adalah boleh.

Dengan catatan bahwa itu Isa sebagai Rasul dan Nabi Allah SWT bukan sebagai anak Allah. Semoga bermanfaat.

Sumber akurat.co

You May Also Like

megazio [Harja Group]

About the Author: megazio [Harja Group]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.