Gusi Bengkak dan Cara Mengobatinya dengan Antibiotik untuk Gusi Bengkak - Megazio

Home / Kesehatan

Senin, 17 Februari 2020 - 23:49 WIB

Gusi Bengkak dan Cara Mengobatinya dengan Antibiotik untuk Gusi Bengkak

Kesehatan – Gusi bengkak yang ringan biasanya dapat sembuh sendiri hanya dengan perawatan di rumah. Akan tetapi, jika sudah parah, gusi bengkak mungkin perlu diobati dengan antibiotik dari dokter.

Gusi bengkak merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup sering terjadi. Keluhan gusi bengkak biasanya diikuti gejala lain, seperti rasa nyeri di gusi, bau napas tidak sedap, serta keluar darah dari sela gigi dan gusi, terutama saat menyikat gigi.

Penggunaan Antibiotik untuk Gusi Bengkak

Apa Saja Penyebab Gusi Bengkak?

Terjadinya gusi bengkak bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

1. Gingivitis

Keluhan gusi bengkak sering kali disebabkan oleh radang gusi atau gingivitis. Kondisi ini biasanya terjadi karena infeksi bakteri di gusi atau kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga.

Jika tidak diobati, gingivitis dapat menyebabkan kerusakan gigi dan gusi yang parah atau periodontitis. Pada kondisi inilah, diperlukan penggunaan antibiotik untuk gusi bengkak.

2. Infeksi virus dan jamur

Gusi bengkak terkadang juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus herpes simpleks dan virus coxsackie. Selain bengkak, infeksi virus tersebut juga dapat membuat gusi dan mulut terluka, serta muncul lepuhan yang terasa nyeri.

Gusi bengkak juga dapat terjadi akibat infeksi jamur Candida albicans pada mulut. Kondisi ini dikenal dengan istilah oral thrush atau kandidiasis mulut.

Infeksi jamur ini bisa membuat gusi, lidah, dan mulut terasa nyeri, mudah berdarah, dan tampak tertutupi oleh lapisan putih.

Pemberian antibiotik untuk gusi bengkak tidak bisa mengatasi infeksi virus atau jamur. Hal ini karena obat antiobiotik memang hanya untuk mengatasi infeksi bakteri.

3. Kehamilan

Gusi bengkak saat hamil disebabkan oleh perubahan kadar hormon selama kehamilan yang dapat meningkatkan aliran darah di gusi dan menyebabkan gusi mudah mengalami iritasi dan pembengkakan.

Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apa pun. Karena gusi bengkak akibat pengaruh hormon pada kehamilan tidak berkaitan dengan infeksi bakteri, penggunaan antibiotik untuk gusi bengkak juga tidak diperlukan.

Baca juga :  11 Manfaat Teh Hijau bagi Kecantikan dan Kesehatan, Lebih Baik ketimbang Teh Biasa

4. Kekurangan nutrisi

Gusi bengkak bisa menjadi tanda atau gejala kurangnya nutrisi tertentu, seperti vitamin C, vitamin A, dan vitamin B, protein, zat besi, dan zinc. Selain itu, kekurangan antioksidan juga dapat menyebabkan gusi menjadi bengkak dan mudah meradang.

Penyebab Gusi Bengkak

Bila penyebab gusi bengkak adalah kekurangan nutrisi, tidak diperlukan penggunaan antibiotik.

Meski begitu, kekurangan nutrisi dapat membuat daya tahan tubuh dan jaringan melemah, sehingga mudah terjadi infeksi pada gusi dan mulut.

Bila sudah terjadi infeksi bakteri, barulah penggunaan antibiotik untuk gusi bengkak diperlukan.

Apakah Gusi Bengkak Harus Diobati dengan Antibiotik?

Tidak semua kasus gusi bengkak perlu diobati dengan antibiotik. Antibiotik untuk gusi bengkak tidak diperlukan bila kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus, infeksi jamur, kehamilan, atau kekurangan nutrisi.

Penggunaan antibiotik hanya disarankan untuk mengobati radang gusi berat, yaitu radang gusi yang disertai pembengkakan parah, demam, bernanah, pembengkakan kelenjar getah bening, serta menyebabkan gigi tanggal.

Pemberian antibiotik pada kasus radang gusi yang parah bertujuan untuk membasmi bakteri di gusi, serta mencegah bakteri menyebar ke bagian gusi atau organ tubuh lainnya, seperti rongga sinus dan jantung.

Daftar Obat Antibiotik Khusus Gusi bengkak

  1. Amoxicillin
  2. Metronidazole
  3. Erythtromycin
  4. Clindamycin
  5. Doxycycline
  6. Tetracycline
  7. Minocycline

Untuk menentukan jenis antibiotik untuk gusi bengkak yang tepat, diperlukan pemeriksaan oleh dokter gigi terlebih dahulu.

Apakah Antibiotik untuk Gusi Bengkak Harus Dikonsumsi Sampai Habis?

Meski bengkak pada gusi sudah membaik setelah mengonsumsi antibiotik, Anda tetap harus menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan dokter.

Pasalnya, jika penggunaan antibiotik dihentikan terlalu cepat, bisa jadi infeksi pada gusi belum benar-benar sembuh.

Selain itu, bakteri penyebab infeksi pun bisa menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut. Akibatnya, gusi bisa kembali bengkak dan justru semakin sulit untuk diobati.

sumber : alodokter

Share :

Baca Juga

Kesehatan

5 Bahan Alami untuk Menghilangkan Stretch Marks Setelah Melahirkan dan Kegendutan

Kesehatan

Istilah-istilah yang Ada Pada Asuransi (kamus Lengkap Asuransi)

Berita Daerah

Waspada! 1 PDP Meninggal, Pemprov Sumut Didesak Beli Alat Tes Corona

Bloger

Daftar Makanan Sumber Vitamin E dari Tumbuhan dan Hewan

Kesehatan

Harga Cengkeh Melambung Tinggi Mencapai Rp157.000/Kg

Kesehatan

Ombudsman Minta Pekerja Tiongkok Dilarang Masuk RI Terkait Virus Corona

Kesehatan

Virus Corona Menyerang Indonesia, Cara Tangkal Virus Corona dengan Bumbu Dapur

Kesehatan

Cara Kerja Asuransi di Indonesia, Membayar Auransi dan Claim Asuransi