Kam. Okt 24th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Gubsu Mengajak Masyarakat Riau Mengungsi ke Sumut,Kita Bantu Kesehatannya

  •  
  •  
  •  
  •  

Gubernur Edy Rahmayadi menerima Dinas Kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan bagi pengungsi yang sakit akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhulta).

BACA JUGA :

Edy Rahmayadi mengajak warga Riau memilih mengungsi ke Sumut untuk menghindari kabut asap.

“Kita membantu kesehatannya, kita memaksimalkan kesehatannya dengan obat yang ada.

Saya sudah panggil kepala Dinas Kesehatan yang sudah berkoordinasi dengan wilayah kabupaten,” ujar Edy

“Hari ini sudah sampai ke Kabupaten, secepatnya, untuk kita segera, terutama untuk kesehatan, untuk kita harus segera,” ucap Edy.

Sepanjang September terdata 83 hotspot atau titik panas tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumut.

Sementara dalam 3 hari terakhir, masih tersisa 8 hotspot lagi yang tersebar di Asahan, Dairi, Humbang Hasundutan, Labuhan Batu, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Tengah.

Di antara daerah-daerah itu, Dairi dan Labuhan Batu Selatan (Labusel) paling parah terpapar.

“Untuk topeng segera siapkan untuk rakyat khusus di wilayah Labusel yang segera sudah mulai tebal di sana,” ujar Edy.

Untuk meminta agar Karhultra tidak terjadi di Sumut, Edy mengatakan Pemprov Sumut bersama pihak kepolisian mencabut izin perusahaan yang menjadi penyebab kebakaran.

“Kita akan melakukan tindakan tegas hingga tingkat pencabutan izin jika itu benar-benar dilakukan suatu perusahaan yang lalai,” sebut Edy.

Jika terbukti, Izin usahanya terancam dicabut. Sementara Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan akan memproses direksi perusahaan pemilik lahan yang terbakar.

“Izin lokasi atau HGU juga akan kami periksa terhadap direksi.

Kami berusaha untuk mereksi pertanggungjawaban juga kepada anak pertama buahnya atau rekannya, kedua juga wilayah yang dia kuasai yang diberikan izin oleh pemerintah.

Kita bisa buktinya, jika ada permintaan untuk melakukan ya kita HGU, yang dikorbankan karyawan, warga lokal, “tegasnya.

Tinggalkan Balasan