Ming. Agu 25th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Gadis Belia Berhubungan Badan di Semak-semak, Dibunuh Tanpa Busana

  •  
  •  
  •  
  •  

Puas melampiaskan nafsunya, pelaku menusuk pacarnya berkali-kali menggunakan pisau.

Tusukan ke arah tubuh sebanyak 22 kali itu membuat perempuan belia ini bersimbah darah.

Dia tewas dalam keadaan tanpa busana.

Polisi memburu pelaku dan menembaknya karena berusaha kabur

Pasangan kekasih berzina seperti suami-istri di semak-semak hingga si wanita dibunuh, ditemukan tanpa busana.

Kronologi wanita muda berinisial AM dibunuh kekasihnya setelah melakukan persetubuhan.

Kini pelaku telah ditangkap polisi.

FP alias Emplang, warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini tega menusuk pacarnya hingga tewas usai berhubungan badan.

Awalnya, pelaku Emplang mengajak korban AM (18) pacarnya, untuk bertemu di depan tempat biliar tak jauh dari rumah korban.

Sebelum pergi menemui pelaku ditemani tetangganya yang bernama Ovi, korban sempat berpamitan kepada ibunya.

Setelah korban dan pelaku bertemu, Ovi kembali pulang.

“Menurut pengakuan pelaku, sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya sempat berhubungan badan layaknya suami istri di semak-semak,” kata Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/8/2019).

Selesai melakukan persetubuhan, pelaku langsung menganiaya korban menggunakan pisau dapur.

“Korban mengalami luka tusukan sebanyak 22 kali. Setelah korban tidak bergerak lagi, pelaku meninggalkannya begitu saja dan kembali ke kosannya,” ucap Indra.

Polisi kemudian mendapatkan laporan adanya temuan jasad wanita setengah bugil di semak belukar.

Kurang dari 24 jam, Unit Reskrim Polsek Cikancung dan Satuan Reskrim Polres Bandung berhasil menangkap pelaku pembunuhan di dekat pabrik sosis di Jalan Raya Majalaya–Cicalengka, Kampung Cikasungka, Desa Cikasungka, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Kamis (8/8/2019).

Akibat perbuatannya, pelaku diancam Pasal 240 dan atau 365 atau 338 KUH Pidana.

“Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” ujar Indra.