Fitur Ini Meringankan Tugas Guru saat Belajar Online

  • Bagikan

megazio.com – Kemampuan setiap siswa dalam satu kelas sangat bervariasi. Namun, banyak dari kegiatan belajar-mengajar atau KBM di Indonesia saat ini masih menggunakan pengajaran standard yang menyamaratakan materi dan pelatihan untuk semua siswa yang ada di kelas.

Akibatnya, siswa yang unggul tak bisa memaksimalkan potensinya, sementara siswa yang tertinggal menjadi kesulitan dan tidak termotivasi untuk memahami materi dengan baik. Untuk mengatasi jarak pengetahuan dan tingkat pemahaman (learning gap), kini sistem pembelajaran adaptif (adaptive learning) mulai banyak diadopsi.

Baca juga :  Ini Wujud Mobil Penantang Avanza, Bakal Hadir di Indonesia

Konsep ini sudah diimplementasikan di negara-negara lain, dengan tingkat kesuksesan yang signifikan. Misalnya, DreamBox adalah software pembelajaran adaptif di Amerika Serikat (AS) yang berfokus untuk mengurangi kesenjangan pengetahuan di mata pelajaran matematika tahap SD dan SMP.

Berdasarkan riset dari Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan (CEPR) di Universitas Harvard terhadap 3.000 siswa yang menggunakan DreamBox, ditemukan bahwa penggunaan DreamBox dengan durasi 60 menit per minggu memungkinkan siswa untuk mencatatkan nilai matematika 58 persen lebih tinggi dari periode biasa.

Baca juga :  WNA Isoman di Apartemen Prapanca Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Selain DreamBox, software Scootpad juga mencatatkan hasil yang positif. Piranti lunak ini sangat populer dan memiliki integrasi langsung dengan lebih dari 400 sekolah di AS. Di Silver Oak Elementary School misalnya, penggunaan Scootpad mendorong para siswa kelas 3 SD untuk bisa meningkatkan nilai bahasa Inggris hingga 21 persen.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.