Daftar Film Jadul Romantis Terlaris di Indonesia


Langsung aja ke Tujuan awal.,

Siapa yang tidak suka dengan film, sara rasa film sangat membantu kita untuk menenangkan pikiran kita yang sedang gundah.

Film romantis jaman dulu atau yang sering disebut dengan jadul di Indonesia sudah ada sejak tahun 70 an.

Bedanya film romantis jadul dengan versi sekarang ada di pencahayaan, sound, pengambilan gambar dan tidak adanya pengebluran dalam video.

Film Jadul Romantis Indonesia

1. Badai Pasti Berlalu (1977)

Film Badai Pasti Berlalu adalah sebuah novel berjudul sama yang kemudian diangkat ke layar lebar.

Novel dan film yang rilis karangan yang ditulis oleh Marga T. Diterbikan pada bulan Maret tahun 1974.

Film yang mengisahkan tentang seorang bernama Siska yang mengalami patah hati sebab tunangannya telah membatalkan acara besar mereka, dan memilih menikahi gadis lain.

Siska pun tidak bersemangat lagi untuk melanjutkan hidup, ia pun memutuskan untuk resign dari pekerjaannya saat itu. Siska juga memilih untuk menyendiri.

Leo yang merupakan sahabat dari Jhonny, memiliki niat buruk ketika mendekati Siska. Jhonny ingin menang taruhan dari teman-temannya.

2. Gita Cinta SMA (1979)

Film jadul Ginta Cinta SMA yang disutradarai oleh Arizal, produksi tahun 1979. Pemeran utama dalam film ini adalah Ade Irawan, Rano Karno, dan Yessi Gusman.

Film ini mendapat sambutan yang baik para penonton dan hampir semua orang tau akan film ini. Film yang membuat nama Rano Karno menjadi besar.

Soundtrack lagu yang terkenal dinyanyikan oleh Chrisye, berjudul Galih dan Ratna. Menceritakan tentang kisah percintaan dua siswa SMA bernama Galih dan Ratna.

Mereka berdua adalah sosok siswa pandai, berperilaku sopan. Dapat dikatakan bahwa mereka berdua merupakan siswa teladan.

Namun, cinta mereka tidak bisa dilanjutkan karena sudah menjodohkan Ratna.

Ratna telah dijodohkan bapaknya dengan insinyur. Cinta antara Galih dan Ratna harus berakhir karena berbagai macam paksaan.

Mereka saling mencintai satu sama lain, mereka pun terkadang berjumpa diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua mereka.Karena

3. Arini, Masih ada Kereta yang Akan Lewat (1987)

Film berjudul Arini, Masih ada Kereta yang Akan Lewat adalah film yang juga diperankan oleh Rano Karno serta Widyawati.

Film yang digarap oleh Sophan Sophan ini merupakan adalah film romantis.

Film ini mengisahkan tentang percintaan kekasih yang berbeda usia. Film yang dirilis tahun 1987 mendapat penonton dengan jumlah 194 ribu.

4. Cintaku di Kampus Biru

Film berjudul Cintaku di Kampus Biru merupakan cerita sebuah novel yang diangkat menjadi film layar lebar.

Novel dan film yang diputar mempunyai judul yang sama. Menggunakan latar cerita di Universitas Gadjah Mada (UGM) di daerah Yogyakarta.

Meskipun tokoh utamanya berasal dari jurusan Antropologi, film ini tidak hanya bertopik pada Antropologi.

Bukan juga mengisahkan tentang Donjoun dan Anton yang tampan. Anton juga dikisahkan sebagai seorang mahasiswa yang pintar.

Seorang yang tidak suka membaca buku. Dunia politik kampus yang diwarnai dengan intrik perebutan jabatan ketua BEM baik tingkat fakultas maupun universitas pada kalangan para mahasiswa.

Sebuah replika atau miniatur mini politik Indonesia dengan perpolitikan di dunia kampus.

Anton yang mengidentifikasikan dirinya serta memiliki idola yang mempunyai rambut panjang Guevera adalah pemimpin revolusi pada tahun 1956-1959.

Pada perkembangannya, industri perfilman Indonesia banyak sekali mengalami perubahan-perubahan.

Hal itu membuat kualitas pada film-film patut diacungi dua jempol dan diapresiasi dengan baik.

Menontonnya langsung dengan menontonnya di bioskop dan tidak menonton melaui situs ilegal adalah bentuk apresiasi

Avatar

About the Author: postmasterryyy