Berjemur Diterik Matahari? Cek Waktu Yang Tepat Untuk Melakukannya!


Langsung aja ke Tujuan awal.,

Sinar matahari mengandung dua macam ultraviolet: UVA dan UVB. Sinar UVA perlu dihindari karena bisa memicu kulit keriput dan kanker kulit.

Sinar UVB bisa menimbulkan kanker pula, namun juga berperan penting untuk tubuh menghasilkan Vitamin D3.

Berjemur di bawah sinar matahari untuk kesehatan bukanlah hal yang baru. Cara tradisional ini sudah lama digunakan agar tubuh mendapatkan Vitamin D yang cukup.

1. Pakai SPF Sebelum Atau Sesudah Berjemur?

Sebagian besar dari kita sudah tahu fungsi sunblock atau SPF agar kulit terlindungi dari sinar ultraviolet. Memang benar SPF mencegah kulit terbakar dan kanker kulit.

Tentunya secara teori, SPF dapat menghambat penyerapan sinar dan produksi Vitamin D. Namun, sebaliknya, beberapa studi membuktikan bahwa SPF tidak berdampak banyak dalam masalah ini.

2. Warna Kulit Mempengaruhi Waktu Berjemur

Warna kulit dapat mempengaruhi berapa lama orang perlu berjemur loh!

Kulit kita terdiri dari pigmen bernama melanin. Semakin gelap warna kulit, semakin banyak jumlah melanin. Begitu pula sebaliknya.

Melanin ini bisa diibaratkan sunscreen alami yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya.

Karena hal ini, orang berkulit gelap jarang terbakar atau terkena kanker kulit. Tapi, sebagai gantinya, mereka juga sulit mendapatkan Vitamin D yang cukup dari sinar matahari.

Baca juga :  Fakta Baru Virus Corona Bertahan pada Suhu 60 Derajat Celsius, Mati pada Suhu Titik Didih Air

3. Waktu terbaik diatas jam 10.00 pagi

Mungkin Toppers pernah mendengar semakin pagi semakin baik untuk berjemur? Ternyata, ini salah loh! Para ahli menyarankan berjemur antara jam 10.00 – 15.00 sore sekitar 15-30 menit agar tubuh menghasilkan Vitamin D secara efektif.

jumlah Vitamin D yang direkomendasikan adalah 600 IU (15 mcg) per hari. Menurut studi, hanya dengan 30 menit berjemur dengan tepat, kamu bisa mendapatkan Vitamin D3 gratis sebanyak 10,000 – 20,000 IU

4. Perhatikan Pakaian Ketika Berjemur

Baju dan celana panjang menutupi kulit kamu sehingga hanya sekitar 7% dari tubuh terpapar sinar UVB. Untuk cara berjemur yang efektif, gunakan pakaian seperti baju lengan pendek atau baju renang.

Saat berjemur, kamu bisa melindungi bagian wajah yang sensitif terhadap sinar. Bagian kepala tidak akan berpengaruh banyak dalam produksi Vitamin D.

5. Usia Mempengaruhi Absorbsi Sinar UV

Orang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko tinggi kekurangan vitamin D karena tubuh sulit mensintesis Vitamin D dari paparan sinar matahari.

Dokter menyarankan kombinasi suplemen, makanan, dan berjemur. Selain itu, penting bagi usia tersebut untuk memakai SPF karena tingkat risiko terkena kanker kulit yang tinggi.

Avatar

About the Author: Sahat Jagat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.