Berjemur Diterik Matahari? Cek Waktu Yang Tepat Untuk Melakukannya! - Megazio

close

Home / COVID-19 / Kesehatan

Selasa, 31 Maret 2020 - 23:40 WIB

Berjemur Diterik Matahari? Cek Waktu Yang Tepat Untuk Melakukannya!

Sinar matahari mengandung dua macam ultraviolet: UVA dan UVB. Sinar UVA perlu dihindari karena bisa memicu kulit keriput dan kanker kulit.

Sinar UVB bisa menimbulkan kanker pula, namun juga berperan penting untuk tubuh menghasilkan Vitamin D3.

Berjemur di bawah sinar matahari untuk kesehatan bukanlah hal yang baru. Cara tradisional ini sudah lama digunakan agar tubuh mendapatkan Vitamin D yang cukup.

1. Pakai SPF Sebelum Atau Sesudah Berjemur?

Sebagian besar dari kita sudah tahu fungsi sunblock atau SPF agar kulit terlindungi dari sinar ultraviolet. Memang benar SPF mencegah kulit terbakar dan kanker kulit.

Tentunya secara teori, SPF dapat menghambat penyerapan sinar dan produksi Vitamin D. Namun, sebaliknya, beberapa studi membuktikan bahwa SPF tidak berdampak banyak dalam masalah ini.

2. Warna Kulit Mempengaruhi Waktu Berjemur

Warna kulit dapat mempengaruhi berapa lama orang perlu berjemur loh!

Kulit kita terdiri dari pigmen bernama melanin. Semakin gelap warna kulit, semakin banyak jumlah melanin. Begitu pula sebaliknya.

Melanin ini bisa diibaratkan sunscreen alami yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya.

Karena hal ini, orang berkulit gelap jarang terbakar atau terkena kanker kulit. Tapi, sebagai gantinya, mereka juga sulit mendapatkan Vitamin D yang cukup dari sinar matahari.

Baca juga :  5 Bahan Alami untuk Menghilangkan Stretch Marks Setelah Melahirkan dan Kegendutan

3. Waktu terbaik diatas jam 10.00 pagi

Mungkin Toppers pernah mendengar semakin pagi semakin baik untuk berjemur? Ternyata, ini salah loh! Para ahli menyarankan berjemur antara jam 10.00 – 15.00 sore sekitar 15-30 menit agar tubuh menghasilkan Vitamin D secara efektif.

jumlah Vitamin D yang direkomendasikan adalah 600 IU (15 mcg) per hari. Menurut studi, hanya dengan 30 menit berjemur dengan tepat, kamu bisa mendapatkan Vitamin D3 gratis sebanyak 10,000 – 20,000 IU

4. Perhatikan Pakaian Ketika Berjemur

Baju dan celana panjang menutupi kulit kamu sehingga hanya sekitar 7% dari tubuh terpapar sinar UVB. Untuk cara berjemur yang efektif, gunakan pakaian seperti baju lengan pendek atau baju renang.

Saat berjemur, kamu bisa melindungi bagian wajah yang sensitif terhadap sinar. Bagian kepala tidak akan berpengaruh banyak dalam produksi Vitamin D.

5. Usia Mempengaruhi Absorbsi Sinar UV

Orang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko tinggi kekurangan vitamin D karena tubuh sulit mensintesis Vitamin D dari paparan sinar matahari.

Dokter menyarankan kombinasi suplemen, makanan, dan berjemur. Selain itu, penting bagi usia tersebut untuk memakai SPF karena tingkat risiko terkena kanker kulit yang tinggi.

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Cara Menghilangkan Kutu Dengan Garam dan Minyak Kelapa

Kesehatan

Obat HIV, Pasien HIV Sembuh Total Usai Jalani Pengobatan Ini

Berita Daerah

Mewabah di Puluhan Negara, Warga Natuna Ingin Karantina Corona Dipindahkan

Kesehatan

Virus Corona Menyerang Indonesia, Cara Tangkal Virus Corona dengan Bumbu Dapur

Kesehatan

Fungsi Vitamin E Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Berita Daerah

Dampak Virus Corona, Kunjungan Turis Sepi Hingga Monyet dan Rusa Cari Makan di Jalan

COVID-19

Update Corona Hari Ini 1.528 Kasus, 136 Meninggal, 81 Sembuh

Kesehatan

6 Manfaat Jahe Pada Ibu Hamil Yang Harus Kamu Ketahui