Sen. Agu 19th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Banyak Pendaftar Tidak Lolos Seleksi Administradi ini Alasannya

  •  
  •  
  •  
  •  

Hari ini, Minggu (21/10/2018) akan diumumkan hasil verifikasi atau seleksi administrasi para pelamar CPNS 2018.

Pengumuman ini akan diinformasikan melalui website Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN).

Selain melalui website, hasil seleksi administrasi itu juga akan diumumkan pada papan pengumuman.

Di Kota Denpasar, dari 869 pendaftar yang tidak lolos seleksi administrasi, kebanyakan penyebabnya adalah ijazah yang disertakan untuk mendaftar adalah tidak asli.

Proses verifikasi administrasi pelamar CPNS 2018 di Kota Denpasar telah kami tuntaskan. Hasilnya, yang tidak lolos verifikasi sebanyak 869 pendaftar.

Pengumuman hasil verifikasi akan dilaksanakan tanggal 21 Oktober 2018, dan mudah-mudahan tidak berubah,” kata Kepala BKPSDM Kota Denpasar, I Ketut Mister, seusai rapat panitia seleksi (pansel) CPNS 2018 Kota Denpasar, akhir pekan ini.

Mister menegaskan bahwa lulus atau tidaknya pelamar CPNS nanti murni akan ditentukan oleh kemampuan pelamar sendiri.

4.558 Pendaftar
Seperti diketahui, jumlah pendaftar CPNS Kota Denpasar sebanyak 4.558 orang.

BACA JUGA :  Nasib PNS di Tahun 2020, Gaji Tak Naik tapi Masih Terima THR

Dengan sebanyak 869 pendaftar tidak lolos verifikasi, maka kini tinggal sebanyak 3.689 pelamar yang bisa mengikuti proses seleksi selanjutnya.

Di seluruh Bali, formasi CPNS 2018 yang ditawarkan sebanyak lebih dari 5.000.

Komang Lestari Kusuma Dewi mengatakan, setelah pengumuman hasil verifikasi, tahapan berikutnya adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang tesnyaberbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT).

Waktu pelaksanaan CAT SKD antara tanggal 26 Oktober hingga 17 November 2018.

“Tepatnya kapan pelaksanaan tes CAT SKD akan ditentukan oleh BKN (Badan Kepegawaian Nasional),” kata Kusuma Dewi kemarin.

Tak Lolos PPG
Sementara itu, sebanyak 263 orang guru TK, SD dan SMP di Kabupaten Buleleng tidak lolos tahap pemberkasan dalam seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Berkas administrasi yang diajukan tidak sesuai dengan persyaratan dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Suyasa, di Singaraja, Buleleng, Sabtu (20/10/2018).

BACA JUGA :  Nasib PNS di Tahun 2020, Gaji Tak Naik tapi Masih Terima THR

Karena itu, dalam pemberkasan, guru yang administrasinya tidak lengkap ditolak untuk mengikuti PPG,” katanya.

Suyasa mengatakan, PPG sangatlah penting untuk mendapatkan kesejahteraan.

Setelah memegang sertifikat PPG, baik guru PNS maupun Non-PNS berhak atas Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang selama ini lebih dikenal dengan tunjangan sertifikasi.

Besarannya adalah satu kali gaji pokok guru yang bersangkutan.

“Selain itu, PPG juga bertujuan meningkatkan kompetensi sebagai seorang guru. Peningkatan kompetensi itu pun akan didapatkan dalam penggodokan selama masa PPG yang ditentukan oleh pusat dan dilaksanakan oleh perguruan tinggi yang memiliki Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK),” katanya.

 

Sumber: Tribunnews.com