Kam. Okt 24th, 2019

Megazio.com

Berita Hari Ini, Kabar Update dan Terpercaya

Bahaya VPN, Dampak Negatif dari Aplikasi VPN Gratis

Bahaya VPN, Dampak Negatif dari Aplikasi VPN, VPN banyak dipakai untuk membuka internet yang di blokir dan melanggar UU ITE indonesia adalah dengan cara memakai virtual private network atau VPN gratis.
Bahaya Mengintai dari Aplikasi VPN

Penggunaan VPN sangatlah berisiko, terutama ketika tengah mengakses layanan perbankan.

  •  
  •  
  •  
  •  

Cara yang paling banyak dipakai untuk membuka internet yang di blokir dan melanggar UU ITE indonesia adalah dengan cara memakai virtual private network atau VPN gratis.

BACA JUGA :

Penggunaan VPN sangatlah berisiko, terutama ketika tengah mengakses layanan perbankan. Masyarakat dianjurkan untuk mematikan VPN ketika akan mengakses layanan perbankan seperti m-banking dan internet banking.

Kebanyakan masyarakat install aplikasi VPN digunakan untuk bisa mengakses layanan media sosial seperti Whatsapp, Facebook dan Instagram secara utuh, sejauh ini penggunaan internet hanya sebatas keperluan standar tanpa memasukkan data pribadi, risiko kebocoran data akan kecil.

“Bagi orang awam, penggunaan VPN untuk keperluan standar browsing website yang tidak akan memasukkan data pribadi, berupa username, password, pin, dan data sensitif lainnya resikonya akan kecil

Dengan menggunakan VPN baik yang berbayar maupun gratis, pengguna memang jadi mengakses berbagai situs yang diblokir pemerintah.

Termasuk tentu saja pembatasan akses media sosial sehingga bisa mengirimkan gambar dan video dengan lebih lancar.

Untuk yang berbayar, mungkin risiko ini tidak terjadi, tetapi bagi yang menggunakan layanan VPN gratisan, siap-siap saja menghadapi risiko yang muncul.

Begitu juga jika saat kita menggunakan VPN gratis. Karena memberikan layanan VPN gratis itu tidak murah.

Penyelenggaranya harus menyiapkan investasi yang tidak kecil untuk menyiapkan berbagai hal, dari menyiapkan server dengan kapasitas besar, bandwidth, teknisi maintenance, listrik, dan beban operasional lainnya.

Padahal penyedia layanan tersebut bukan lembaga amal, melainkan berbisnis. Apa yang mungkin mereka incar dari kita pengguna VPN gratis? Utamanya adalah data, yang merupakan harta karun digital.

Tinggalkan Balasan