By | April 10, 2019
  •  
  •  
  •  

Sulit sekali mata saya terpejam malam ini ketika di messenger saya muncul pesan tentang Audrey. Saya belum sempat membacanya tadi pagi karena sibuk kampanye di dapil.

Saya mencoba untuk kuat membaca cerita kronologis tentang Audrey. Gadis remaja usia 14 tahun. Masih duduk di SMP.

#saveforaudrey #justiceforaudrey

Tadinya dalam pikiran saya Audrey menjadi korban perkosaan laki2 sinting. Atau juga korban pelecehan seksual orang dewasa. Setidaknya kasus umum pada korban pelecehan seksual pelakunya pasti laki2 dewasa atau pacarnya.

Sayangnya saya keliru. Dan saya terkejut setengah mati. Pelakunya bukan laki2 dewasa. Juga bukan pacarnya. Pelakunya adalah anak2 SMA berjumlah 12 orang yang berjenis kelamin yang sama dengan Audrey. Perempuan.

Kisah bermula pada 29 Maret 2019. Berawal dari kecemburuan. Soal sepele. Soal cowok. Audrey sebenarnya tidak tahu menahu soal ini. Ia kebetulan saudara sepupu dengan PO yang bermasalah dengan salah satu 12 orang anak SMA ini.

BACA JUGA :  DIHADIRI RIBUAN BIKERS KOPDARGAB KE XV SUMATERA UTARA BERJALAN SUKSES

Audrey dijemput di rumah kakeknya untuk menunjukkan di mana kakak sepupunya. Setelah bertemu, Audrey dan Kakak sepupunya dibawa ke suatu tempat. PO terlibat baku hantam dengan siswi SMA bernama DE.

Tiga teman DE menghajar Audrey. Audrey ketakutan. Ia menangis menjerit minta ampun. Ia merasa tidak bersalah. Perutnya diinjak. Kepalanya dibenturkan ke aspal. Audrey disiram air. Ia meraung minta ampun. Ia tidak bisa melawan. Ia terlalu kecil untuk bisa melawan 12 murid SMA yang sedang gila itu.

Audrey meregang sakit. Ia sempoyongan menahan terjangan bertubi2 anak SMA itu. Mereka tertawa2 mendengar rintih perih Audrey. Sebagian menonton. Sebagian memukul dan menyiksa Audrey. Mereka semakin gila. Audrey hanya menangis tanpa suara. Matanya tetutup rapat dengan buliran air mata menderas. Nama ayah ibunya terus dipanggil. Tak ada balasan sahutan. Hanya suara tawa membahana terdengar keras dari anak2 SMA.

Itu belum cukup.

BACA JUGA :  KOPDARGAB se sumatera utara meriah di isi Dengan Modification Contest Sepeda Motor dan Dj

Episode kegilaan anak2 SMA ini semakin liar dan ganas. Entah setan apa terlintas di kepala mereka. Rencana membunuh masa depan Audrey menyergap naluri binatang mereka.

Audrey dirangsek. Roknya dipaksa turun. Celananya dipaksa buka. Salah satu dari mereka merogoh kemaluan Audrey. Jari tangan salah satu anak SMA itu merusak keperawanan Audrey. Begitu keras. Audrey menjerit. Mereka tertawa tawa puas ngakak. Audrey menggigil ketakutan. Suara jeritannya begitu menyanyat. Tak seorangpun berbelas kasihan.

Audrey ditinggalkan begitu saja. Mereka pulang dengan meninggalkan ancaman kepada Audrey. “Awas kalau kau lapor! “. Begitu ancamannya.

Usai puas membunuh masa depan Audrey. Mereka bergaya di IG. Seolah tidak ada sesuatu yang terjadi. Gayanya sungguh menjijikkan. Mereka seakan mengejek seisi dunia bahwa hukum akan memberi mereka bantal dan kasur. Di kantor polisi mereka dengan wajah dingin berfoto boomerang tanpa rasa penyesalan sedikitpun.

Audrey trauma. Ia terbaring di rumah sakit. Pucat. Ketakutan. Terus mengigau. Ia menjerit. Menangis. Ketakutan. Ia seperti merasa sedang disiksa. Ia merasa sedang dihajar tanpa belas kasihan.

BACA JUGA :  Maluku Dan Papua Diguncang Gempa Susulan Hari Ini Berkekuatan 5,1 Magnitudo
Pelaku Bullying kepada Audrey yang merasa tidak bersalah dan eksis di sosial media.

Hukum sedang berjalan gontai. Lunglai. Pelaku jahat ini masih anak2 menurut UU Perlindungan Anak. Mereka terlindungi dengan perisai UU Perlindungan Anak. Itu artinya proses hukum bagi anak2 SMA ini menurut UU jangan sampai menjadikan masa depan mereka juga gelap. Anak2 SMA ini menurut UU harus diselamatkan juga.

Apa???

Membaca alur proses hukum seperti ini rasanya jika itu menimpa putriku ingin kusobek sobek UU itu. Masa depan apa yang mau dilindungi buat kekejian perbuatan mereka pada Audrey? Sedangkan sudah jelas masa depan Audrey yang akan penuh kegelapan dan kesedihan.

Bagaimanapun Audrey harus mendapat keadilan. Keadilan dan perlindungan negara dengan seadil2nya. Jika tidak, sungguh kita menambah kesedihan dan air mata buat kedua orang tua Audrey dan keluarga Audrey.

Sumber : Birgaldo Sinaga

Keutamaan Di Bulan Ramadhan “Bulan suci Rama...
views 64
Siapapun umut muslim yang merindukan akan datangnya bulan ramadhan akan di janjikan jasadnya jauh dari ajab api neraka, terlebih yang dapat merubah hi...
Tradisional : Obat Batuk dan Asma
views 27
Air batang lengkuas untuk di yakini dapat menyembuhkan Batuk dan Asma secara tuntas Walaupun belum teruji secara medis namun cara ini sering dilak...
Bolderhoot Labuhan Batu Raya Menghadiri Silaturrah...
views 50
Medan- Bolderhoot Labuhanbatu Raya Menghadiri Silaturrahhim Se Sumatera Utara, pada tanggal 27 April 2019 yang di isi acara dengan Nobar Bareng Aveng...
Desi Ratnasari dan Eko Patrio Jadi Juru Bicara Tim...
views 44
Sejumlah juru bicara kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar pertemuan di Jalan Daksa 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2018). P...
Singel pertama Akbar Azwar dangdut melayu – ...
views 46
Artis pendatang baru asal labura ini ikut meramaikan pasar lagu nusantara. Akbar Azwar mengeluarkan singel lagu baru yang berjudul "Nurhalimah" yan...