By | Oktober 19, 2018

Ahmad Dhani Prasetyo dianggap melakukan provokasi dengan berbagai komentar yang dikeluarkan pasca ditetapkan Polda Jawa Timur sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik.

Kasus ini bermula saat Dhani mengeluarkan pernyataan yang ditampilkan dalam video Facebook pada Minggu 26 Agustus lalu, di mana Dhani saat itu hendak mengikuti aksi 2019GantiPresiden

Mendemo, mendemo orang yang tidak berkuasa,” ujar Dhani Minggu (26/8) dan ditayangkan di Facebook.

BACA JUGA :  Siapa Dalang dibalik Tragedi 22 Mei, Polisi Akan Cari Penyandang Pendana

Kami telah menetapkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya.

Polisi menganggap pernyataan Dhani tersebut sebagai upaya provokasi dan akan menimbulkan masalah baru.
Atas ucapan itu Dhani kemudian dilaporkan ke Polda Jatim atas dugaan melakukan pencemaran nama baik.

BACA JUGA :  Pakar Bersuara : Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Cuma Bawa 51 Bukti ,Itu Sangat Sedikit

Menindaklanjuti laporan yang masuk, polisi melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan menetapkan Dhani sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik.

Kader Partai Gerindra itu juga heran kata ‘idiot’ yang dilontarkannya kepada sejumlah massa Koalisi Bela NKRI yang menghadangnya dapat menyeretnya menjadi tersangka. Dia menilai, hal itu bentuk upaya mengkriminalisasi dirinya.

BACA JUGA :  Perusuh 22 Mei di Flyover Slipi, Lihat Tampang 183 Tersangka

Dhani menuduh Edi melanggar Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan juncto UU Pasal 18 UU No 9/1998 tentang Kebebasan Berpendapat di Muka Umum.

“Laporan sudah kita laporkan dan sukses ini diterima dengan baik dan ini pelaporan dari saya,” kata Dhani kepada wartawan di kantor Bareskrim Polri, gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/10).